BerandaEKONOMIPorprov XII NTB, Hotel di Mataram Terisi hingga 80 Persen

Porprov XII NTB, Hotel di Mataram Terisi hingga 80 Persen

Mataram (Suara NTB) – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026 memberikan dampak ekonomi langsung terhadap industri perhotelan, khususnya di Kota Mataram.


Ribuan atlet, ofisial, pelatih, hingga pendukung yang datang dari berbagai kabupaten/kota di NTB mendorong tingkat hunian hotel (okupansi) meningkat signifikan selama penyelenggaraan ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut.


Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM), Made Adiyasa, mengatakan Porprov menjadi salah satu kegiatan yang sangat membantu meningkatkan okupansi hotel, terutama bagi hotel-hotel anggota AHM dengan kategori bintang tiga ke bawah.


“Porprov ini ada efek yang cukup besar terhadap okupansi hotel. Kontribusinya mencapai sekitar 70 hingga 80 persen dalam mengisi kamar hotel anggota kami,” ujar Made Adiyasa kepada Suara NTB, Senin, 20 Juli 2026.


Menurutnya, sebagian besar kamar hotel digunakan untuk mengakomodasi kontingen peserta Porprov yang terdiri atas atlet, pelatih, dan ofisial. Rata-rata mereka menginap selama lima hingga tujuh malam, mengikuti jadwal pertandingan masing-masing cabang olahraga.


“Kontribusi AHM terhadap penyelenggaraan Porprov terutama melalui hotel anggota bintang tiga ke bawah. Sekitar 70-80 persen kamar terisi oleh kontingen peserta dengan lama menginap rata-rata lima sampai tujuh malam,” jelasnya.


Sementara itu, kebutuhan akomodasi lainnya dipenuhi oleh hotel melati, penginapan, dan homestay yang juga ikut menikmati meningkatnya permintaan kamar selama berlangsungnya Porprov. “Sisanya diisi hotel melati dan homestay,” tambahnya.


Made mengakui, penyelenggaraan event olahraga berskala besar seperti Porprov menjadi angin segar bagi industri perhotelan yang selama ini sangat bergantung pada pergerakan wisatawan maupun kegiatan pemerintahan dan bisnis.


“Sangat membantu menaikkan okupansi hotel. Kami berharap seluruh rangkaian Porprov berjalan lancar sampai selesai, termasuk proses pembayaran kepada hotel,” katanya.


Ia berharap pemerintah daerah dan pemangku kepentingan olahraga semakin sering menghadirkan agenda berskala regional maupun nasional karena terbukti memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.


Menurut Made, setelah Porprov selesai, NTB diproyeksikan kembali menjadi tuan rumah berbagai agenda olahraga sebagai bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Beberapa agenda yang mulai disiapkan antara lain kejuaraan multievent dan pra-PON.
“Informasinya setelah Porprov akan ada banyak event multisport menuju PON 2028, termasuk pra-PON. Ini tentu menjadi harapan bagi industri perhotelan karena akan terus menggerakkan tingkat hunian hotel,” ujarnya.


Porprov XII NTB 2026 resmi dibuka pada 16 Juli 2026 dan menjadi ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi. Pemerintah Provinsi NTB dan KONI NTB menjadikan penyelenggaraan Porprov kali ini sebagai simulasi penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 yang akan digelar di NTB bersama Nusa Tenggara Timur (NTT). Seluruh aspek penyelenggaraan, mulai dari manajemen pertandingan, akomodasi, hingga layanan pendukung dirancang mendekati standar nasional. (bul)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO