Sumbawa Besar (Suara NTB)-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, mengaku sejumlah sekolah dasar masih mengalami kekurangan siswa. Banyaknya pilihan sekolah menjadi alasan utama, sehingga sekolah tidak sesuai dengan rombongan belajar.
“Kalau dari kuota tidak ada yang melebihi, cuma ada sekolah yang kekurangan siswa. Kekurangan itu bukan menjadi persoalan, asal tidak melebihi kuota yang ditetapkan,” kata Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Mohammad Husnul Alwan dikonfirmasi pekan kemarin.
Ia mencontohkan, kuota yang ditetapkan 32 orang tiap kelas, namun yang mendaftar hanya 7 orang tidak menjadi masalah. Karena dipersyaratan, sekolah tidak boleh melebihi kuota yang telah ditetapkan dalam data pokok pendidikan.
Alwan menyebutkan, beberapa faktor yang menjadikan sekolah mengalami kekurangan siswa. Diantaranya, beberapa sekolah memiliki domisili yang sama dengan para siswa yang mendaftar seperti yang terjadi di SDN 8 dan SDN 10 Kelurahan Brang Bara berada di lokasi yang sama.
“Kondisi ini tidak bisa kita hindari, karena orang tua pasti akan memilih sekolah yang berdekatan dengan tempat tinggalnya meskipun secara domisili ada beberapa sekolah,” jelasnya.
Persoalan ini tentu akan menjadi atensi di tahun ajaran baru berikutnya, supaya tidak ada sekolah yang kekurangan siswa. Salah satu yang saat ini tengah dikaji dengan melakukan penggabungan sekolah yang berdekatan tersebut.
“Misalnya ada beberapa SD yang berdekatan tembok itu akan kita lakukan penggabungan. Kami juga akan melakukan kajian secara khusus terhadap masalah ini agar tidak menjadi polemik nanti di masyarakat,” ujarnya.
Khusus untuk sekolah yang memiliki siswa yang cukup banyak, pihaknya akan memberlakukan waktu pembelajaran secara bergantian. Hal itu dilakukan sehingga siswa bisa mendapatkan hak mereka untuk mendapatkan pelajaran.(ils)

