Sumbawa Besar (Suara NTB)-Satu unit rumah panggung yang berada di Dusun Makmur, Desa Semamung, Kecamatan Moyo Hulu ludes terbakar, Minggu (19/7) sekitar pukul 13. 52 WITA. Kejadian ini diperkirakan mengakibatkan kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta.
“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat penegak hukum. Kebakaran berawal dari bagian dapur dan merembet ke bagian depan rumah batu,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sumbawa, H. Sahabuddin, Minggu (19/7).
Ia melanjutkan, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, api berasal dari bagian dapur yang diduga akibat ledakan kompor gas. Pemilik rumah Ahmad dan istrinya Halimah berada di luar rumah. Api kemudian cepat membakar habis rumah tersebut, karena cuacanya sangat terik disertai angin yang cukup kencang
“Jadi, rumah yang ludes terbakar ini merupakan rumah, milik Ahmad dan pada saat kejadian rumah tersebut dalam keadaan kosong karena masih berada di luar rumah,” ucapnya.
Proses pemadaman juga berlangsung cukup lama yakni sekitar 4 jam tepatnya sekitar pukul 16. 30 WITA, karena pemilik rumah memiliki banyak kayu di rumahnya. Bahkan untuk memudahkan proses pemadaman, petugas turut meminta bantuan dari masyarakat dengan menggunakan alat seadanya.
“Di proses pemadaman kita turunkan dua unit mobil pemadam dari Markas Kecamatan Moyo Hilir dan Markas Sumbawa serta satu unit fire jeff dari markas komando, sehingga api tidak merembet ke rumah lainnya,” Ujarnya.
Usai pemadaman, masyarakat sempat bersitegang dengan para petugas yang turun ke lokasi dan sempat menahan kendaraan. Hal itu dilakukan masyarakat karena sampai saat ini Kecamatan Moyo Hulu belum memiliki pos pemadam kebakaran di tengah kondisi yang sangat rawan.
Hasil investigasi terhadap kasus kebakaran yang terjadi di Sumbawa akibat arus pendek listrik karena instalasi yang sudah berumur. Pihaknya pun sudah mengimbau masyarakat untuk memperhatikan instalasi listrik mereka masing-masing untuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan.
“Rata-rata penyebab kebakaran terjadi karena pemilik rumah yang lalai, apalagi Sumbawa saat ini mulai memasuki dasarian pertama musim kemarau meskipun beberapa hujan,” kata dia. (ils)

