BerandaHEADLINEDitunjuk Pimpin Sementara Pemerintahan, Wabup Lombok Barat Tunggu Surat Resmi Gubernur, Siap...

Ditunjuk Pimpin Sementara Pemerintahan, Wabup Lombok Barat Tunggu Surat Resmi Gubernur, Siap Lanjutkan Program Kerja

Giri Menang (Suara NTB) – Wakil Bupati Lombok Barat (Lobar), Hj. Nurul Adha menunggu surat resmi dari Kemendagri terkait penunjukan dirinya untuk memimpin sementara melaksanakan tugas dan wewenang Bupati dalam menjalankan roda pemerintahan Lobar. Penunjukan ini setelah Bupati, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan korupsi dan gratifikasi.

Wabup pun berkomitmen melanjutkan program-program kerja yang telah direncanakan bersama Bupati LAZ. Una sapaan akrab Wabup Lobar ini menyampaikan bahwa pihaknya menerima informasi dari Karo Pemerintahan Setda NTB bahwa Radiogram dari Kemendagri telah diterima pihak Pemprov.

“Karo Pemerintahan provinsi WA (WhatsApp) saya tadi malam, bahwa Radiogram itu telah diterima. Dan selanjutnya segera memproses,” kata UNA, wapaan Wabup Lombok Barat Rabu (22/7/2026).

Pihaknya juga telah ditelepon Gubernur NTB, menyampaikan keprihatinannya terhadap perjalanan yang sedang menimpa Lobar.

Gubernur juga menyampaikan perihal Radiogram tersebut telah ditindaklanjuti oleh jajarannya ke Kemendagri. Dan seperti apa proses lanjutannya, ia menunggu dari Pemprov. Sesuai aturan undang-undang nomor 23 tahun 2014 bahwa ketika kepala daerah berhalangan maka otomatis wakil kepala daerah yang ditunjuk untuk menjalankan roda pemerintahan.

Terkait surat penunjukan dari Kemendagri, Wabup Lombok Barat perlu menunggu penyampaian secara resmi oleh Gubernur NTB. Yang jelas pihaknya terus berkoordinasi dengan jajarannya, baik Pj Sekda, asisten terkait program-program yang memang harus segera dieksekusi, baik yang bersifat rutin maupun program lainnya dipastikan berjalan. “Kewenangan terkait Plt Bupati itu kita tunggu nanti dari pak Gubernur resminya (surat),” imbuhnya.

Meskipun surat Radiogram itu telah beredar, ia harus menunggu surat resmi dari Gubernur atau Pemprov NTB. “Pak Gubernur akan serahkan secara resmi,”ujarnya.

Imbau Masyarakat Lombok Barat Tenang

Wabup dalam kesempatan itu juga mengimbau masyarakat tetap tenang. Pihaknya telah berkomunikasi dengan istri Bupati dan keluarga besar untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di KPK. “Saya juga berharap masyarakat berdoa bersama agar jangan sampai terulang kembali. Kita doa bersama untuk kebaikan Lombok Barat,” ajaknya.

Wabup mengaku tidak pernah punya pikiran hal ini akan terjadi, karena sebelumnya ia dengan LAZ berencana untuk sama-sama menyelesaikan periode ini. “Dan tidak ada pikiran sama sekali, terjadi kasus dua hari lalu, saya yakin ini ujian untuk Lombok Barat. Harapan kita semoga lebih baik,” imbuhnya.

Wabup Lombok Barat Lanjutkan Program Kerja

Wabup Lombok Barat pun menegaskan, ketika nanti diberikan kewenangan menjadi Plt Bupati dirinya akan terus bekerja melanjutkan kebaikan (program) yang telah disusun bersama LAZ. Ia mengaku dalam perjalanan satu tahun lebih, banyak diskusi dengan LAZ terkait program-program kedepan. “Itu akan terus saya lanjutkan, misalnya banyak yang bertanya apakah CFN akan diselesaikan. Oh tidak, kita lanjut,” tegasnya.

Selain itu, program yang dicetuskan LAZ untuk menghidupkan Senggigi supaya pertumbuhan ekonomi meningkat juga dipastikan akan terus dilanjutkan. “Yang baik-baik, saya akan lanjutkan,” imbuhnya. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO