BerandaNTBLOMBOK TIMURBupati Lotim Minta DKP Wujudkan Kesejahteraan Nelayan

Bupati Lotim Minta DKP Wujudkan Kesejahteraan Nelayan

BUPATI Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin, resmi melantik Muhammad Tasywiruddin, S.Pi., M.Si., sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) definitif, di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Lotim, Rabu (22/7). Bupati minta DKP untuk mensejahterakan nelayan.
Bupati Haerul menyampaikan amanat tegas kepada Kepala DKP yang baru. Ia menekankan bahwa masalah kesejahteraan nelayan harus menjadi prioritas utama.


“Harapan saya, anda juga bekerja istimewa. Nelayan-nelayan kita masih banyak yang miskin. Nelayan kita masih sangat membutuhkan bantuan. Janji yang disampaikan oleh Pak Menteri (Kelautan dan Perikanan RI) saat berkunjung ke Lombok Timur beberapa waktu lalu harus Anda jemput dan tindak lanjuti,” ujar Bupati Haerul dalam arahannya.


Sebagai informasi, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, pernah melakukan kunjungan kerja ke Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, pada Jumat (27/2) lalu. Dalam kunjungan tersebut, Menteri menjanjikan sejumlah bantuan strategis, termasuk 10 unit kapal nelayan berikut mesin serta pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Menteri Trenggono juga mendorong nelayan untuk beralih dari penjualan benih lobster ke budidaya guna memperoleh nilai tambah yang lebih tinggi.


Lebih lanjut, Bupati mengingatkan pentingnya sinergitas antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Seluruh Kepala OPD diminta untuk aktif menjemput program-program dari kementerian.


“Tidak hanya ngangak-ngangak (melongo, berdiam diri, red) di kantornya,” tegas Bupati Haerul, yang akrab disapa H. Iron itu.


Ia menyadari terbatasnya alokasi anggaran daerah sehingga lobi ke pusat menjadi keniscayaan. “Sekali dua kali mungkin belum berhasil. Tetapi dengan kita rajin bersilaturahmi ke pusat, lama-lama mereka juga akan memperhatikan,” sambungnya.


Orang nomor satu di Lombok Timur itu juga menekankan filosofi kerja kolektif dalam membangun daerah. Ia melarang keras adanya sikap atau pernyataan yang mengklaim keberhasilan pembangunan secara sepihak.


Dalam kesempatan yang sama, Bupati yang didampingi oleh Wakil Bupati H. Moh Edwin Hadiwijaya dan Sekda H. Muhammad Juaini Taofik itu juga mengajak seluruh jajaran untuk bersikap terbuka terhadap kritik. Menurutnya, kritik yang membangun justru menjadi alat evaluasi yang efektif.


“Jangan takut dikritik oleh siapapun. Kritik itu membangun dan mengingatkan kita. Dari kritik kita evaluasi, kita perbaiki jika salah, kita luruskan jika bengkok, dan kita isi jika kosong,” jelasnya.
Di akhir sambutan, Bupati Haerul mengingatkan agar seluruh OPD berhati-hati dalam mengambil kebijakan. Seluruh langkah harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Ia menggarisbawahi bahwa koordinasi adalah kunci utama untuk menghindari kesalahan fatal, terutama dalam pengambilan keputusan yang berdampak luas pada masyarakat.


“Sebab siapa pun, dari mana saja sumbernya, asal salah, ya tetap salah,” tegasnya mengingatkan.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan disaksikan langsung oleh sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Lombok Timur. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO