Selong (Suara NTB) – Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus menggenjot pemanfaatan portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) guna memudahkan masyarakat mengusulkan diri sebagai penerima bantuan sosial secara daring. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendukung transformasi digital pelayanan publik. Termasuk memastikan para penerima bansos ke depan jauh lebih tepat sasaran.
Kabupaten Lombok Timur sendiri merupakan salah satu dari 42 kabupaten/kota di Indonesia yang ditunjuk sebagai lokasi perluasan uji coba digitalisasi bantuan sosial tahun 2026. Program yang digagas Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) ini diharapkan mampu meningkatkan ketepatan sasaran penerima bantuan melalui sistem pendaftaran mandiri berbasis data dan verifikasi biometrik.
Sekretaris Dinas Sosial Lombok Timur, Jumadil, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 4.000 agen yang telah ditunjuk untuk mendaftarkan masyarakat ke portal Perlinsos. Namun, jumlah agen yang aktif terpantau di dashboard masih sangat terbatas, hanya sekitar 500 orang.
“Nah, oleh karena itu, nanti mungkin kita akan melakukan percepatan untuk menginformasikan kepada agen-agen yang belum aktif untuk mengaktifkan kembali perlinsosnya,” ujar Jumadil.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Sosial Lombok Timur menyiapkan dua strategi utama. Pertama, pemanfaatan grup WhatsApp yang sudah ada untuk mengingatkan agen-agen yang tidak aktif agar lebih giat mendaftarkan warga di sekitarnya.
Kedua, pembentukan agen-agen tambahan serta pelatihan bagi mereka. “Kami akan membentuk agen-agen tambahan, menambah agen, kemudian akan melakukan pelatihan terhadap agen-agen ini. Agen-agen inilah yang nantinya akan mendaftarkan masyarakat, khususnya masyarakat di sekitarnya,” jelas Jumadil.
Saat ini, agen Perlinsos terdiri dari seluruh staf Dinas Sosial, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta relawan dari Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).
Salah satu syarat utama untuk mengakses portal Perlinsos adalah aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Jumadil menyampaikan apresiasinya terhadap respons positif dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Lombok Timur.
“Kita kerja bersama-sama, saling menguatkan, tetap berkoordinasi untuk saling membantu. Selama ini respons dari dukcapil juga sangat positif. Setiap saat kita selalu turun sama-sama di setiap kegiatan yang berkaitan. Kita selalu bergandengan tangan, nggak bisa jalan sendiri-sendiri,” tegasnya.
Kabid Pembinaan Fakir Miskin Dinas Sosial Lombok Timur, Dedi Kurniawan, menjelaskan bahwa capaian pendaftaran melalui portal Perlinsos masih sangat kecil, baru sekitar 1,5 persen dari target. Namun, ia optimistis percepatan akan segera dilakukan.
Manfaat terbesar dari portal ini, menurut Dedi, adalah kecepatan dan kepastian. “Begitu kita masuk menggunakan IKD di portal perlinsosnya kemudian mendaftar, hasilnya saat itu juga kita bisa ketahui berpotensi layak atau tidaknya. Tidak seperti secara manual dulu yang butuh waktu lama, belum mulai dari pendaftaran kemudian verifikasinya, kita juga tidak tahu kapan keluarnya pengumuman,” jelasnya.
Proses pendaftaran melalui Portal Perlinsos pun terbilang cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 menit. Bagi masyarakat yang hasilnya dinyatakan tidak layak namun merasa berhak, tersedia mekanisme sanggahan yang akan dialihkan ke website BPS untuk proses perubahan data.
Dinas Sosial juga menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika untuk menyosialisasikan portal Perlinsos secara masif. “Kami butuh teman-teman dari dinas kominfo untuk menyebarluaskan atau mensosialisasikan baik dari media sosial, Facebook, IG, dari TikTok semuanya, untuk disosialisasikan ke masyarakat,” pungkas Jumadil. (rus)

