Mataram (suarantb.com) – Semangat para guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sains kembali terlihat dalam kegiatan Pelatihan Pengembangan KIT IPA Berbasis Project Based Learning (PjBL)-STEM sebagai Sumber Belajar Inovatif yang diselenggarakan oleh tim dosen Universitas Mataram (Unram). Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 6 Mataram ini diikuti oleh 40 guru IPA yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Kota Mataram.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Unram yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan media pembelajaran inovatif berbasis pendekatan Project Based Learning (PjBL) yang dipadukan dengan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Melalui kegiatan ini, para guru tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga menyaksikan secara langsung demonstrasi berbagai KIT IPA yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Satutik Rahayu, M.Pd, menjelaskan bahwa pembelajaran IPA saat ini menuntut guru untuk mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, kreatif, dan berpusat pada peserta didik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan KIT IPA yang sederhana, inovatif, dan mampu mendorong siswa melakukan eksplorasi, eksperimen, serta pemecahan masalah melalui proyek-proyek pembelajaran.
“Melalui pelatihan ini kami ingin memberikan inspirasi kepada guru bahwa media pembelajaran tidak harus mahal. Dengan kreativitas dan pendekatan STEM, guru dapat mengembangkan KIT IPA yang menarik, mudah digunakan, dan mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta kemampuan memecahkan masalah siswa,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Suara NTB, Jumat, 24 Juli 2026.
Tim Pengabdian juga menghadirkan dua narasumber dari Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Mataram, yakni Dr. Kasnawi Al Hadi, M.Si. dan Drs. Sutrio, M.Si., yang bersama mahasiswa Universitas Mataram mendampingi peserta selama pelatihan. Para peserta memperoleh kesempatan berdiskusi, mengamati cara kerja KIT IPA, serta mengeksplorasi penerapannya dalam pembelajaran berbasis proyek di kelas.
Suasana pelatihan berlangsung sangat interaktif. Sejak sesi demonstrasi dimulai, para guru tampak antusias mengamati setiap komponen KIT yang diperagakan. Berbagai pertanyaan muncul terkait desain alat, prinsip kerja, cara pembuatan, hingga strategi implementasinya dalam pembelajaran IPA. Diskusi yang berlangsung menunjukkan tingginya minat guru untuk mengembangkan media pembelajaran yang lebih inovatif dan relevan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka serta pembelajaran abad ke-21.
Menurut salah seorang peserta, pelatihan seperti ini memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat karena guru dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah KIT IPA dirancang dan digunakan sebagai sarana pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa di kelas. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan durasi yang lebih panjang sehingga guru memiliki kesempatan untuk menghasilkan KIT IPA secara mandiri.
Menanggapi antusiasme tersebut, tim pengabdian Unram menyampaikan komitmennya untuk terus mendampingi guru melalui program-program lanjutan. Salah satu usulan yang mengemuka dari peserta adalah penyelenggaraan Workshop Pengembangan STEM IPA yang lebih aplikatif, sehingga guru dapat merancang, membuat, menguji, dan mengimplementasikan produk pembelajaran STEM sesuai dengan karakteristik materi di sekolah masing-masing. (ham)

