BerandaPENDIDIKANKKN PMD Unram Desa Montong Beter Jadikan Hari Anak Puncak Gerakan Literasi...

KKN PMD Unram Desa Montong Beter Jadikan Hari Anak Puncak Gerakan Literasi di 10 Dusun

Mataram (Suara NTB) – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi puncak rangkaian gerakan literasi yang telah dilaksanakan di 10 dusun Desa Montong Beter oleh tim KKN PMD Unram Desa Montong Beter, Lombok Timur. Mengusung tema “Membaca Bersama, Bertumbuh Bersama, Desa Berdaya”, kegiatan tersebut diisi dengan membaca nyaring (read aloud) dan bermain permainan tradisional di Masjid MA Darul Abror, Desa Montong Beter, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan anak-anak dari 10 dusun meliputi Dusun Bagik Nyala, Monjet Bile Sundung, Poyak-Oyak, Malah Raya, Malah, Montong Kirik, Dasan Tengak, Bawak Dao, Jerua, dan Pancoran. Adapun kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN PMD Universitas Mataram yang bertemakan literasi.

Seminggu sebelumnya, tim KKN telah melaksanakan membaca nyaring secara bergilir setiap sore di seluruh dusun Desa Montong Beter.

Ketua KKN PMD Universitas Mataram Desa Montong Beter, M. Zaki Juliansyah Putra, mengatakan Hari Anak Nasional dipilih sebagai momentum untuk mengampanyekan pentingnya literasi bagi anak-anak.

“Hari Anak Nasional dipilih sebagai puncak kegiatan dari kegiatan membaca nyaring dan mengulas buku di 10 dusun Desa Montong Beter karena menjadi momentum yang tepat untuk mengampanyekan pentingnya literasi anak,” ujarnya.

Kegiatan membaca nyaring tersebut juga dipadukan dengan permainan tradisional untuk bisa melatih kreativitas, kerja sama, dan kemampuan bersosialisasi anak. Dalam pelaksanaannya, tim KKN berkolaborasi dengan Perpustakaan Lembah Hijau, Ijo Balit, yang meminjamkan 100 buku untuk mendukung kegiatan membaca nyaring di 10 dusun.

Pendiri Perpustakaan Lembah Hijau sekaligus Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpusnas, Lalu Abdul Fatah, menilai kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari anak-anak.

“Secara keseluruhan saya melihat antusiasme anak-anak, sambutannya luar biasa. Mereka juga ternyata senang dibacakan buku,” ujarnya.

Fatah menjelaskan bahwa kegiatan membaca nyaring penting dilakukan untuk mengenalkan budaya membaca kepada anak-anak sekaligus menghadirkan kembali tradisi mendongeng yang mulai berkurang di tengah meningkatnya penggunaan gawai.

“Read aloud itu sebenarnya boleh saya bilang sebagai bentuk transformasi dari kegiatan mendongeng,” katanya.

Tidak hanya membaca nyaring, tim KKN juga melakukan revitalisasi perpustakaan desa yang berlokasi di Kantor Desa Montong Beter. Sebagai upaya agar gerakan literasi berkelanjutan, sosialisasi dengan tema “Revitalisasi Gerakan Literasi Desa sebagai Strategi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat” juga akan dilakukan pada Senin, 27 Juli 2026.

Sosialisasi tersebut melibatkan perangkat desa, tenaga pendidik, dan pemuda sebagai calon penggerak literasi desa.

Fatah berharap gerakan literasi tersebut dapat dilanjutkan oleh masyarakat desa setelah program KKN berakhir.

“Saya meminta kepada kalian untuk tidak berhenti di KKN ini, tapi juga bisa diestafetkan ke para pemuda desa di sini, biar mereka bisa secara mandiri menjalankan program literasi selanjutnya,” ujarnya. (sib/*)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO