Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, terus mengintensifkan upaya percepatan penurunan angka stunting melalui berbagai program terpadu. Langkah tersebut dilakukan melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Program Satu Anak Stunting Satu Orang Tua Asuh (OTA), edukasi gizi, hingga pemberdayaan ketahanan pangan keluarga.
Lurah Dayan Peken, Mujtahidin, mengatakan penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, upaya menekan angka stunting di wilayahnya melibatkan Tim Penggerak (TP) PKK, kader Posyandu, tenaga kesehatan, pemerintah kelurahan, serta partisipasi aktif masyarakat. Seluruh pihak diharapkan bergerak bersama agar anak-anak memperoleh asupan gizi yang baik sehingga tumbuh kembangnya berlangsung secara optimal.
“Kami melibatkan unsur pemerintah kelurahan dan partisipasi masyarakat dalam setiap upaya penanganan stunting,” ujar Mujtahidin, Jumat (24/7).
Selain melaksanakan program PMT, Pemerintah Kelurahan Dayan Peken juga menjalankan Program Satu Anak Stunting Satu Orang Tua Asuh (OTA). Program tersebut melibatkan TP PKK, pemerintah kelurahan, dan instansi terkait untuk memberikan pendampingan kepada balita stunting, khususnya yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).
Intervensi lainnya dilakukan melalui pemberian makanan bergizi, suplemen zat besi, serta vitamin bagi balita dan ibu hamil di fasilitas kesehatan. Selain itu, edukasi mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi terus diberikan kepada ibu hamil serta keluarga yang memiliki anak di bawah usia dua tahun.
Di sektor ketahanan pangan, Kelurahan Dayan Peken mengoptimalkan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) melalui Kelompok Wanita Tani (KWT). Program tersebut difokuskan pada budidaya tanaman bergizi, seperti kelor dan cabai. Tanaman kelor dinilai memiliki kandungan nutrisi yang tinggi sehingga dapat menjadi salah satu sumber pangan lokal untuk mendukung pemenuhan gizi balita.
Di sisi lain, Kelurahan Dayan Peken juga menjadi bagian dari Program Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Desa Cantik) yang diinisiasi Badan Pusat Statistik (BPS). Program ini bertujuan memperkuat kualitas data kependudukan dan kesehatan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan, termasuk dalam penanganan stunting.
Mujtahidin menilai berbagai program yang dilaksanakan secara berkelanjutan menjadi kunci untuk terus menurunkan angka stunting di wilayahnya. Ia optimistis, dengan dukungan dan kerja sama seluruh pihak, upaya tersebut mampu melahirkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas. “Kami berharap setiap program yang dilaksanakan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (pan)

