BerandaNTBSUMBAWASumbawa Kesulitan Keluar dari Status KLB Rabies

Sumbawa Kesulitan Keluar dari Status KLB Rabies

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa masih kesulitan keluar dari status kejadian luar biasa (KLB) rabies. Pasalnya, korban gigitan anjing sampai meninggal dunia masih ditemukan, sehingga hal ini menjadi catatan penting untuk dilakukan evaluasi.

“Ada standarnya bisa keluar dari status KLB rabies. Salah satunya minimal dalam dua tahun tidak ada kasus kematian. Sementara, kita di awal tahun ini saja ada dua kasus kematian,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarif Hidayat, kepada Suara NTB, Jumat (24/7).

Status KLB rabies sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu dan sampai saat ini belum bisa dipulihkan. Menurutnya,adanya kasus kematian yang terjadi di Kecamatan Empang semakin sulit untuk keluar dari status tersebut.

Kasus kematian ini tidak terlepas dari lambannya warga yang terkena gigitan langsung melaporkan diri ke petugas kesehatan. Korban juga cenderung lalai dalam penanganan awal luka akibat gigitan tersebut, sehingga berakibat fatal di kemudian hari.

“Memang dampak dari gigitan hewan penular rabies ini tidak langsung terlihat melainkan butuh proses inkubasi dalam waktu yang cukup lama. Makanya kita minta masyarakat yang tergigit untuk melapor ke petugas,” jelasnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap melapor terkait adanya kasus gigitan hewan penular rabies seperti anjing, kucing, dan monyet. Hal tersebut dilakukan untuk menekan terjadinya penularan lebih masif. “Pada prinsipnya kita masih KLB rabies dan kami minta masyarakat untuk melapor kapan saja ketika ditemukan gigitan HPR untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Sarif pun tidak menampik banyaknya kasus yang ditangani selama ini diakibatkan oleh anjing peliharaan masyarakat itu sendiri,sehingga pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tetap melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaannya agar kasus tersebut tidak muncul kembali.

“Dari ratusan kasus yang kita tangani rata-rata akibat gigitan anjing peliharaan masyarakat sendiri, makanya kita imbau agar mereka tetap melakukan vaksinasi,” kata Sarif mengingatkan. (ils)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO