Giri Menang (Suara NTB) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Mataram, yang terdiri dari I Made Suartika, Nur Kaliwantoro, Akbar Tawaqqal, Fikrihadi Kurnia, Yelli Fitri, Kevin Farras Dwitama, dan Ni Kadek Devndha Asri Widhiantika melaksanakan kegiatan penerapan teknologi komposter sebagai upaya mendukung pengelolaan sampah organik dan mewujudkan konsep Green Tourism di kawasan wisata Bawak Goak, Desa Sesaot, Kabupaten Lombok Barat.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola wisata dan masyarakat sekitar dalam mengolah sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas wisata menjadi kompos yang bernilai ekonomis. Melalui teknologi komposter sederhana, sampah daun, sisa makanan, dan limbah organik lainnya dapat diolah menjadi pupuk organik yang dimanfaatkan kembali untuk penghijauan kawasan wisata.

Tim pengabdian melaksanakan sosialisasi (Suara NTB/ist)
Ketua Tim Pengabdian I Made Suartika menjelaskan bahwa meningkatnya jumlah wisatawan berpotensi meningkatkan volume sampah organik sehingga diperlukan sistem pengelolaan yang ramah lingkungan. Program ini diharapkan menjadi solusi dalam mendukung kebersihan kawasan wisata sekaligus mengurangi sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Pengelolaan sampah organik melalui komposter juga banyak diterapkan sebagai bagian dari pengabdian masyarakat untuk mendukung lingkungan berkelanjutan.
Selain penyuluhan, tim juga memberikan pelatihan praktik penggunaan komposter, pendampingan proses pengomposan, serta evaluasi pemanfaatan kompos oleh kelompok pengelola wisata. Peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan menyampaikan bahwa teknologi tersebut mudah diterapkan menggunakan bahan dan peralatan yang tersedia di sekitar lokasi.
Melalui kegiatan ini, Wisata Bawak Goak diharapkan menjadi contoh destinasi wisata berbasis lingkungan yang menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) dan mendukung pariwisata berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara Universitas Mataram, pengelola wisata, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan. (r)

