BerandaNTBLOMBOK TENGAHMRS Seri Tiga, Arai Agaska Kembali Tuai Hasil Buruk

MRS Seri Tiga, Arai Agaska Kembali Tuai Hasil Buruk

Praya (Suara NTB) – Hasil buruk terus membayangi pembalap NTB Arai Agaska di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) balap Motosport Mandalika Racing Series (MRS) 2026, setelah naik ke kelas tertinggi Super Sport (SS) 600cc. Terbaru, Arai harus menerima kenyataan pahit gagal finis di balapan pertama MRS seri ketiga pada Sabtu (25/7/2026). Setelah mengalami crash selepas tikungan 15 di balapan yang berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika.

Arai sebetulnya tampil cukup impresif. Selepas start pembalap asal Kota Mataram tersebut langsung menyodok di urut pertama. Meski sempat turun lagi begitu memasuki laps kedua, namun Arai tidak pantang menyerah. Beberapa kali Arai sukses memimpin balapan.

Jelang tiga laps menjelang finis, petaka datang. Saat akan memasuki tikungan 16, ban depan motor yang ditunggani Arai kehilangan daya cengkeram saat pengereman. Akibatnya, Arai pun terjatuh dan gagal meneruskan balapan yang direncanakan berlangsung dalam 10 laps tersebut.

Jatuhnya Arai di balapan tersebut bukan satu-satunya drama yang terjadi di kelas SS 600 cc. Jelang garis finis drama kembali terjadi yang melibatkan dua pembalap terdepan, M. Faerozi dan Herjun Atna Firdaus. Ketika memasuki tikungan 17 Herjun Firdaus menyegol M. Faerozi hanya beberapa meter jelang garis finis.

Kedua pembalap pun terjatuh. Kesempatan itu pun dimanfaatkan oleh pembalap Wahyu Nugroho yang berada di posisi ketiga untuk langsung tancap gas. Sehingga sukses mengamankan posisi pertama. Dengan catatan waktu 16 menit 33,974 detik.

Sementara M. Faerozi langsung bangkit dan kembali ke lintasan untuk mengamankan podium kedua. Adapun Herjun Firdaus harus mendorong motornya yang mati untuk menyelesaikan balapan dan berhak atas podium ketiga.

“Sesuai aturan, selama pembalap bisa menyentuh garis finis meski sepeda motor mati tetap dinyatakan sah,” sebut CEO Pride Motosport Edy Saputra, mengomentasi hasil balapan kelas SS 600cc, kepada awak media usai balapan.

Disinggung terkait penampilan Arai Agaska, Eddy mengaku secara umum bagus. Hanya saja ia menilai Arai terlalu agresif. Sehingga beberapa kali sempat kesulitan mengendalikan motornya. Terutama ketika memasuki area pengereman saat memasuki tikungan. Hingga akhirnya crash jelang tikungan 16.

“Bawaanya bagus, cuman dia (Arai) terlalu agresif. Sehingga tidak tahu di mana breaking poin-nya. Karena tidak tahu breaking poin jadinya sering out (keluar) di beberapa tikungan. Dan, di last corner dia jatuh. Karena dia belum tahu titik maksimal di motornya,” terang Edy.

Gian Tampil Gemilang

Berbeda dengan Arai, pembalap junior NTB Gian M. Gibran justru tampil gemilang. Turun di kelas Indonesia Junior Talent Cup (IJTC), Gian sukses jadi yang tercepat dengan catatan waktu 35 menit 37,149 detik. Sedangkan rekan pembalap NTB lainnya Cleavan Louis V.O., harus puas di urutan kesepuluh dari total 30 pembalap.

Pembalap NTB lainnya Aldiaz Aqsal Ismaya juga tampil kompetitif kendati belum bisa meraih podium.  Turun di dua kelas sekaligus, Aldiaz finis di urutan ke tujuh di kelas Nasional Sport (NS) 150cc dan di posisi keempat di kelas NS 250cc.  “Untuk sesi balapan kedua akan berlangsung pada Minggu besok,” ujar Edy. (kir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO