Mataram (Suara NTB) – Kota Mataram mencetak sejarah baru hatrik sebagai juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XII NTB. Ibu kota Provinsi NTB ini, mengoleksi 205 medali emas.
Secara akumulasi medali yang diraih mencapai 452. Dengan rincian 205 medali emas, 136 perak, dan 111 perunggu.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Mataram, Firadz Fariska bersyukur dapat mencetak sejarah baru dengan mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XII. Prestasi ini merupakan kemenangan masyarakat Kota Mataram. Ia mengapresiasi kerja keras dari atlet, ofisial, dan pelatih untuk mengharumkan nama Kota Mataram pada olahraga bergengsi tingkat provinsi tersebut.
“Kita berterima kasih ke tim Satlak Kota Mataram yang mempersiapkan secara matang. Kami juga berterima kasih ke Pak Wali yang terus memberikan dukungan kepada seluruh cabor,” terang Firadz dikonfirmasi pada Sabtu (25/7/2026) sore.
Perolehan 205 emas diakui, di luar ekspektasi. Tetapi sebenarnya pihaknya telah merencanakan dengan baik dengan menghitung secara detail berdasarkan hasil pelatihan dan kejuaraan nasional yang diikuti oleh atlet. Dari hasil kejuaraan nasional diprediksi memperoleh 200 medali emas. Namun segala sesuatu bisa berubah saat pertandingan. “
Sebenarnya prediksi kita kurang lebih 200 emas. Tetapi kita pasang target yang minimal dulu 180 medali emas,” katanya.
Meskipun mendulang 200 emas di Porprov ke-XII evaluasi tetap akan dilakukan di masing-masing cabang olahraga pascapertandingan.
Evaluasi ini berkaitan dengan metode pembinaan dan latihan atlet, sehingga menghasilkan prestasi.
Sementara, kata Firadz, cabor atau atlet yang tidak mendulang prestasi akan dilihat evaluasi dari aspek metode latihan dan lain sebagainya. “Iya, tentu kita akan evaluasi metode latihannya yang kurang tepat atau masalah lainnya,” ujarnya.
Pasca-Porprov, lanjutnya, atlet akan dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028. Atlet diminta mempersiapkan diri dengan rutin mengikuti latihan dan memperbanyak jam terbang di level nasional.
Menurutnya, atlet yang memiliki jam terbang tinggi akan mengasah kemampuan dan mentalnya.
Rivalitas di PON akan semakin berat karena menghadapi atlet dari seluruh Indonesia. “Tentunya butuh mental yang kuat untuk menghadapi atlet dari seluruh provinsi,” katanya.
Perihal bonus atlet peraih medali, ia menyerahkan sepenuhnya ke Pemkot Mataram untuk memberikan apresiasi kepada atlet,ofisial dan pelatih. (cem)

