BerandaBIMAPasca Pelantikan, Tiga Sekolah di Bima Disegel

Pasca Pelantikan, Tiga Sekolah di Bima Disegel

Bima (Suara NTB) – Tiga sekolah di Kabupaten Bima sempat disegel oleh oknum warga setelah pelantikan kepala sekolah baru yang dilakukan Bupati Bima, Ady Mahyudi, pada Rabu (22/7). Penyegelan diduga dipicu penolakan terhadap kepala sekolah yang baru dilantik.

Sekolah yang disegel yakni SMPN 2 Wawo, SDN Ragi di Desa Ragi, Kecamatan Palibelo, dan SDN 2 Melayu di Desa Soro, Kecamatan Lambu.

Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Bima, Suryadin membenarkan adanya aksi penyegelan tersebut. Berdasarkan informasi aksi itu merupakan bentuk penolakan masyarakat terhadap kepala sekolah baru yang ditempatkan di masing-masing sekolah.

“Untuk SDN Ragi dan SDN Melayu disegel pada Kamis (23/7), penyegelannya sudah dibuka,” katanya, Sabtu (25/7)

Menurutnya, penyegelan di sejumlah sekolah memiliki pola yang sama, yakni sebagai bentuk protes atas keputusan mutasi dan pelantikan kepala sekolah. Suryadin menegaskan, pelantikan kepala sekolah merupakan bagian dari kebutuhan organisasi dan telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Proses pengangkatan telah melalui pembahasan Tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) serta memperoleh pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Pada prinsipnya, Bupati Bima melantik para pejabat untuk kebutuhan lembaga pemerintahan, bukan untuk kepentingan atau kebutuhan kelompok tertentu,” tuturnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat yang tidak sependapat dengan kebijakan pemerintah, agar menyampaikan aspirasi secara tertib tanpa mengganggu pelayanan publik, terutama kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Sebelumnya, Bupati Bima Ady Mahyudi melantik dan mengukuhkan 264 kepala sekolah berdasarkan Surat Keputusan Nomor 821.2/440/07.2 Tahun 2026 tentang Pengangkatan dan Pemindahan Dalam dan Dari Jabatan Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bima. Para kepala sekolah tersebut berasal dari jenjang TK, SD, dan SMP.

Dalam arahannya usai pelantikan, Bupati menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bima.

“Khusus kepada para kepala sekolah, saya titipkan masa depan Kabupaten Bima. Sekolah bukan hanya tempat mentransfer ilmu, tetapi tempat membentuk karakter, akhlak, disiplin, dan daya saing generasi penerus,” ujar Ady Mahyudi.

Ia juga mengingatkan kepala sekolah agar menjadi pemimpin pembelajaran yang mampu meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat budaya literasi, memanfaatkan teknologi secara bijaksana, serta membangun kemitraan yang baik dengan orang tua dan masyarakat demi melahirkan generasi Bima yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. (hir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO