Praya (Suara NTB) – Kontingen Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sukses melampaui target perolehan medali emas di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB tahun 2026, dengan raihan 125 medali emas. Ditambah 93 medali perak serta 126 medali perunggu. Dengan raihan tersebut kontingen Loteng berhak menduduki posisi kedua di bawah kontingen Kota Mataram diajang multi event olahraga terbesar di NTB tersebut.
Posisi kontingen Loteng sendiri tersebut naik dua peringkat dibandingkan dengan Porprov NTB tahun 2024 lalu. Di mana kontingen Loteng harus puas duduk di posisi keempat di klasemen akhir. Dengan mengumpulkan total 40 medali emas. Dari sekitar 30 cabang olahraga (cabor) yang diikuti kala itu.
Pada Porprov kali ini dari total 49 cabang olahraga (cabor) yang diikuti cabor Kempo serta Taekwondo menjadi penyumbang medali emas terbanyak bagi kontingen Loteng sekaligus menyandang status juara umum. Masing-masing menyumbang 13 dan 16 medali emas.
Selain itu di cabor MMA, Tinju, Wushu, Judo, Tenis Meja, Bulutangkis, Dayung serta Aerosport kontingen Loteng juga berstatus juara umum. Termasuk di cabor Perserosi (Sepatu Roda), Pickleball serta Selancar Ombak. Dengan total atlet yang dikirim 598 orang. Terbanyak kedua setelah kontingen Kabupaten Sumbawa.
“Total kita menjadi juara umum di 13 cabor. Artinya, sekitar 25 persen dari total 49 cabor yang dipertandingkan di Porprov NTB kali ini dikuasai oleh atlet-atlet Loteng,” sebut Ketua KONI Loteng H. Lalu Firman Wijaya, S.T.M.T., dalam keterangan, Senin (27/7).
Atas capaian tersebut Firman menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial serta pengurus cabang olahraga yang telah bekerja maksimal mengharumkan nama daerah. Semua itu diraih tentu tidak dengan mudah.
“Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin dan semangat juang seluruh atlet, pelatih, ofisial, serta dukungan penuh pemerintah dan masyarakat di daerah ini,” imbuhnya.
Pihaknya berharap keberhasilan tersebut bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda di daerah ini untuk terus berprestasi di bidang olahraga. Dengan tetap mengedepankan budaya kompetisi yang sehat.
Tidak kalah penting, sinergi antara pemerintah daerah, KONI, pengurus cabor hingga pelatih dan atlet serta tentunya masyarakat di daerah ini bisa terus diperkuat. Karena itu diyakini menjadi modal penting untuk bisa terus menghadirkan prestasi yang lebih tinggi diajang event-event olahraga kedepanya. (kir)

