Tanjung (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., menegaskan pembangunan di berbagai sektor terus ditingkatkan oleh pemerintah daerah. Salah satu keberhasilan yang cukup strategis adalah, keberhasilan Pemda dalam menekan prevalensi stunting.
“Prevalensi stunting di Kabupaten Lombok Utara pada triwulan I tahun 2026 berhasil ditekan hingga mencapai 12,9 persen. Angka ini sekaligus melampaui target nasional dan menunjukkan tren yang terus membaik,” ungkap Najmul, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan sektor kesehatan menjadi salah satu sektor yang diintervensi secara serius, di samping sektor pendidikan dan sektor-sektor lainnya.
Ia meyakini berbagai program dan capaian yang sudah diraih oleh Pemda Lombok Utara, menunjukkan bahwa pembangunan daerah berjalan secara bertahap dan konsisten ke arah positif.
Lebih lanjut, capaian dalam penanganan stunting, diakuinya merupakan hasil dari kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, tim pendamping keluarga, kader posyandu hingga dukungan dunia usaha dan seluruh masyarakat.
Selain itu, Bupati Lombok Utara juga menegaskan bahwa pihaknya terus menghadirkan pembangunan yang tidak hanya memperkuat konektivitas wilayah, tetapi juga menciptakan ruang publik yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Salah satu capaian yang patut disyukuri adalah hadirnya Alun-alun Lombok Utara. Ini tidak hanya menjadi ikon baru dareah, namun menjadi ruang interaksi sosial, olahraga dan kegiatan budaya masyarakat,” katanya.
Lebih dari itu, tambahnya, area ruang publik ini telah tumbuh menjadi pusat aktivitas ekonomi yang membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM serta pergerakan perekonomian lokal.
Disadarinya, Alun-alun Lombok Utara masih belum sepenuhnya terbangun. Hal ini tidak lepas dari keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Kendati demikian, Pemda Lombok Utara akan berupaya melengkapi pembangunan Alun – alun secara bertahap.
Di sisi lain, strategi pembangunan pemerintah dengan menghadirkan ikon baru lain yakni menjadikan Lombok Utara sebagai Pusat Peradaban Kurma Tropis di Indonesia, terus digagas. Pemerintah Daerah sudah membentuk Tim Percepatan yang kedepannya akan bertugas mengawal percepatan budidaya kurma melibatkan masyarakat.
“Inisiatif ini bukan sekedar pengembangan komoditas pertanian, melaonkan sebuah ikhtiar besar untuk membangun ekosistem baru yang berbasis riset, pendidikan, inovasi, wisata agroreligi serta pemberdayaan masyarakat (melalui Pola Nyakap),” paparnya.
Ia berharap, berbagai upaya pendekatan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan, menghadirkan kualitas ekonomi warga dan pelayanan publik semakin baik. Terlebih lagi, dirinya telah menyetujui usulan Pembentukan 26 Desa Persiapan dari 22 desa Induk. (ari)


