Mataram (Suara NTB) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Provinsi NTB memperkuat promosi pariwisata daerah ke pasar Malaysia. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara sekaligus mendongkrak promosi ajang MotoGP Mandalika.
Ketua DPD ASITA NTB, Sellywati, S.H., pada kegiatan Malaysia Tourism Showcase B2B Roadshow yang digelar di lima kota di Indonesia, salah satunya di Lombok, Kamis, 30 Juli 2026 mengatakan, pihaknya berharap kerja sama antara pelaku industri pariwisata NTB dan Malaysia semakin erat.Menurutnya, kolaborasi antar pihak ini menjadi peluang untuk memperluas pasar wisatawan Malaysia ke berbagai destinasi unggulan di NTB.
“Keunggulan destinasi yang ada di NTB akan kami promosikan kepada masyarakat Malaysia,” ujarnya.
Selly menjelaskan, wisatawan asal Malaysia masih menjadi salah satu pasar potensial bagi sektor pariwisata NTB. Salah satu destinasi yang paling diminati adalah kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang selama ini banyak dikunjungi wisatawan Malaysia.
“Pasar Malaysia cukup bagus, terutama untuk destinasi Rinjani. Wisatawan Malaysia cukup banyak yang berkunjung ke sana,” katanya.
Selain mempromosikan wisata alam, ASITA NTB juga akan memanfaatkan momentum penyelenggaraan pameran pariwisata di Malaysia pada awal September 2026 untuk memperkenalkan ajang MotoGP Mandalika. Promosi ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara untuk menyaksikan balapan sekaligus berlibur di NTB.
“Pada bulan September kami akan ke Malaysia untuk mengikuti pameran pariwisata. Kesempatan itu akan kami manfaatkan untuk menjual paket wisata MotoGP beserta destinasi unggulan NTB,” jelas Sellywati.
Ia menambahkan, promosi juga akan dikaitkan dengan agenda Rinjani Reformasi yang dijadwalkan berlangsung pada 13–15 Oktober 2026. Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat daya tarik NTB sebagai destinasi wisata sport tourism dan wisata alam di tingkat regional.
ASITA NTB optimistis sinergi promosi dengan Malaysia dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, memperluas pasar perjalanan wisata, serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan industri pariwisata di Provinsi NTB. (bul)

