BerandaNTBLOMBOK BARAT1.000 Warga Lobar Positif Terjangkit TBC

1.000 Warga Lobar Positif Terjangkit TBC

Giri Menang (Suara NTB) – Sebanyak 1.000 jiwa penduduk Lombok Barat (Lobar) terindikasi positif penyakit TBC atau Tuberkulosis. Jumlah temuan ini masih kurang dari target, sehingga masyarakat pun harus memiliki kesadaran untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar penanganannya cepat dan maksimal. Pasalnya, TBC ini berimplikasi juga pada penanganan kasus lain seperti stunting.


Wabup Lobar, Hj. Nurul Adha dikonfirmasi di sela-sela tracing TBC di Desa Taman Ayu Senin (3/8/2026) mengatakan bahwa angka penderita TB di Lobar masih lumayan tinggi. TB ini juga menjadi salah satu penyakit penyerta pada penderita stunting. “Pada tata laksana penanganan stunting, dari 1.522 anak itu, ditemukan 126 anak positif mengalami TB,” sebutnya.


Untuk itu, dalam penanganan stunting ini mendapat dukungan dari Kemenkes dalam bentuk alat penunjang skrining TB yang nantinya dilaksanakan oleh Dikes. Pihaknya menargetkan 156 titik akan disasar skrining atau tracing TB yang tersebar di hampir seluruh desa di Lobar. “Sasaran tracing atau screening ini keluarga dari penderita TB, supaya kita cegah lebih dini,” ujarnya.


Bagi warga yang positif TB diobati secara intensif, sedangkan yang tidak positif dicegah supaya tidak tertular.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lobar, Hj. Erni Suryana mengakui jumlah kasus TBC di Lobar masih tinggi. Pasalnya berdasarkan temuan tahun 2025 lalu ditemukan 1.250 kasus TB. “Dan sampai Juni tahun ini, kita menemukan 1.000 kasus TB,” sebutnya.


Pihaknya juga melakukan skrining pada anak penderita stunting dan ditemukan banyak mengalami TBC. Dalam tracing ini, tim menyasar keluarga yang ada salah satu anggota keluarganya positif TB. “Harapannya, satu positif TB itu 15 orang sekitarnya ditelusuri,” imbuhnya.
Hal ini untuk mempercepat penanganan, jika penemuan 100 persen maka lebih cepat diobati.

Pihaknya menargetkan penemuan kasus TB ini 90 persen tahun ini, dengan capaian baru 45 pesen penemuan. “Tapi 100 persen dari 45 persen yang ditemukan itu sudah diobati,” pungkasnya. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO