MUSIBAH kecelakaan laut yang dialami empat wisatawan saat berwisata di kawasan Pantai Semeti, Desa Selong Belanak, Lombok Tengah akhir pekan kemarin, mendapat sorotan kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah (Loteng). Selain faktor human error, terjadinya kecelakaan laut tersebut bisa jadi penanda masih lemahnya sistem keamanan di objek wisata tersebut.
Tidak menutup kemungkinan kondisi yang sama juga terjadi di objek-objek wisata lainnya di daerah ini. Karena itu, penguatan standar keamanan di objek-objek wisata di daerah penting dilakukan dengan menambah fasilitas penunjang keamanan di objek wisata tersebut. Hal ini untuk mengantisipasi hal serupa terjadi dimasa yang akan datang.
“Minimal dengan memasang tanda peringatan atau tanda bahaya di area-area yang dinilai berbahaya,” sebut aggota Komisi II DPRD Loteng Saiful Muslim, kepada Suara NTB, Senin (3/8).
Dengan begitu, setidaknya bisa memberikan gambaran kepada wisatawan di mana lokasi yang boleh dan tidak boleh dikunjungi. Kalau kondisinya seperti sekarang ini jadi liar. Wisatawan semaunya mendatangi lokasi yang berbahaya, karena memang tidak ada peringatan. Sehingga terjadinya kecelakaan yang sampai memakan korban jiwa.
Hal tersebut, lanjut Saiful, sebenarnya sudah lama dan berkali-kali disampaikan ke pemerintah daerah. Hanya saja, sampai saat ini pihaknya melihat belum ada langkah konkret yang dilakukan oleh pemerintah daerah. “Sudah sejak 2025 lalu kita suarakan. Tapi belum ada tindakan sejauh ini,” ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
Bahkan menurutnya, tidak hanya sebatas memasang tanda peringatan saja. Bila perlu di objek-objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan pemerintah daerah buatkan sarana penunjang wisatawan yang aman. Supaya wisatawan yang datang bisa berwisata dan menikmati objek wisata yang ada dengan aman dan nyaman.
Tentu untuk itu butuh dukungan anggaran dan pihaknya mendorong anggara bagi Dinas Pariwisata (Dispar) diperbesar. Karena dari objek-objek wisata tersebut juga bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga.
“Menurut kami hal ini (penguatan system keamanan di objek wisata) sesuatu yang mendesak untuk dilakukan. Agar wisatawan bisa berwisata dengan aman dan nyaman di daerah ini,” tandasnya. (kir)

