BerandaNTBLOMBOK BARATKekeringan Meluas, BPBD Lobar Terkendala Distribusikan Air Bersih

Kekeringan Meluas, BPBD Lobar Terkendala Distribusikan Air Bersih

Giri Menang (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat (Lobar) mengalami kendala dalam pendistribusian air bersih ke kawasan yang terdampak kekeringan. Salah satunya, Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk operasional armada pendistribusian air. Pasalnya, BBM yang dipergunakan jenis Pertamina Dex yang harganya sangat mahal.


Pihak BPBD meminta bantuan kepada Pertamina untuk mempermudah akses BBM jenis Bio Solar dengan harga jauh lebih murah. Sebab hal ini menyangkut pelayanan pada masyarakat terdampak Bencana.


Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lobar melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Toni Hidayat mengaku sejumlah kendala dihadapi dalam pelayanan pada warga yang terdampak bencana kekeringan.


“Lumayan kendala kami, anggaran APBD terbatas dan kaitan dengan harga BBM Pertamina Dex kami beli untuk pendistribusian air bersih,” kata Toni Hidayat, Selasa (4/8).


Diakuinya, kendala yang dihadapi selain anggaran yang terbatas untuk pendistribusian air. Penggunaan BBM Pertamina Dex untuk operasional distribusi air, karena harganya yang sangat tinggi. Harga per liter Rp21.150.


Pihaknya pun mengaku belum mampu menyediakan pos anggaran untuk membeli BBM Pertamina Dex ini. Tidak saja Lobar mengeluhkan soal penggunaan BBM Pertamina Dex, tetapi daerah lain pada saat rapat koordinasi juga menyampaikan hal serupa. “Masing-masing daerah juga mengeluhkan itu (penggunaan BBM Pertamina Dex),”ujarnya.


Untuk itu, pihaknya berharap agar Pertamina membantu mempermudah akses menggunakan BBM jenis Bio Solar untuk kendaraan operasional distribusi air bersih. “Kami berharap Pertamina membantu bisa pakai BBM Bio Solar, karena kalau pakai Pertamina Dex mahal sekali. Mohon untuk dipertimbangkan, mudah-mudahan dari Pertamina bisa membantu kami BPBD seluruh NTB ini,” harap dia.


Terlebih dengan kondisi saat in, bencana kekeringan semakin meluas. Dari data sementara BPBD, desa yang terdampak kekeringan mencapai 49 dusun, 11 desa dan lima kecamatan yang dilanda kekeringan. Jumlah warga yang terdampak kekeringan ini mencapai 15.427 jiwa. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO