Mataram (Suara NTB) – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB akan memboyong para pelaku industri pariwisata ke ke ajang Malaysia Association of Tour and Travel Agents (MATTA) Fair di Kuala Lumpur, 3-6 September 2026 untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke daerah.
Ketua BPPD NTB, Sahlan M Saleh, mengatakan keikutsertaan NTB dalam pameran pariwisata dimaksud menjadi bagian dari strategi merebut kembali pasar Malaysia yang belakangan mengalami penurunan. Promosi dilakukan melalui kolaborasi BPPD NTB dengan Dinas Pariwisata NTB serta pelaku industri pariwisata lokal.
Ditengah anggaran promosi pariwisata NTB masih terbatas. Menurutnya, tidak boleh membuat promosi ke pasar potensial berhenti. “Anggaran terbatas tidak menghalangi kita melakukan promosi ke luar negeri. Caranya dengan kolaborasi. Kita akan melakukan sales mission dan membuka booth di MATTA Fair. Ini bagian dari kerja gotong royong dan kolaborasi antara Dinas Pariwisata Provinsi NTB dengan BPPD NTB,” kata Sahlan, Rabu, 5 Agustus 2026
Delapan industri yang dibawa ke Malaysia terdiri dari berbagai sektor pariwisata, mulai dari perhotelan hingga operator perjalanan. Mereka akan menjadi seller yang menawarkan berbagai paket dan destinasi wisata NTB kepada calon wisatawan maupun pelaku industri perjalanan.
Sahlan menilai MATTA Fair merupakan salah satu ruang promosi paling strategis untuk menjangkau pasar Malaysia. Pameran tersebut diperkirakan dihadiri lebih dari 80 ribu pengunjung selama tiga hari. Selain promosi langsung melalui booth, BPPD NTB juga menyiapkan agenda business to business (B2B) di Kuala Lumpur dengan mengundang sekitar 100 agen perjalanan.
“Ini sangat strategis. Pasar Malaysia merupakan salah satu pendongkrak wisatawan ke NTB, sehingga kita jemput pasarnya di sana melalui MATTA Fair,” ujarnya. Menurut Sahlan, promosi pariwisata tidak hanya ditujukan untuk mendapatkan transaksi pada saat pameran. Justru, nilai terbesar diharapkan berasal dari tindak lanjut antara industri pariwisata NTB dengan agen perjalanan Malaysia setelah pameran berakhir.
Transaksi langsung paket wisata selama pameran diperkirakan dapat mencapai Rp1-2 miliar. Namun, jika seluruh leads dan kerja sama ditindaklanjuti secara serius, potensi transaksi pascaevent diproyeksikan bisa mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah.
“Sesungguhnya kita membaca potensi, bukan hanya transaksi langsung. Ada follow-up setelah event. Potensinya bisa jauh lebih besar,” katanya. Sahlan mengatakan Malaysia menjadi salah satu pasar utama wisatawan mancanegara ke Lombok dan NTB, bersama Australia.
Karena itu, penurunan jumlah wisatawan Malaysia dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian. Keikutsertaan NTB dalam MATTA Fair diharapkan dapat mengembalikan tren pertumbuhan tersebut. Menurutnya, konsistensi promosi di Malaysia juga memiliki dampak terhadap konektivitas penerbangan. Sebagian penumpang penerbangan Malaysia-Lombok diisi wisatawan asal Malaysia yang datang setelah mendapatkan informasi maupun paket perjalanan dari berbagai kegiatan promosi.
Promosi kali ini tidak hanya menyasar wisatawan yang ingin menikmati destinasi seperti Gili, Mandalika dan Rinjani. BPPD NTB juga secara khusus membidik pasar Malaysia untuk meningkatkan kunjungan saat MotoGP Mandalika 2026. Malaysia dinilai memiliki basis penggemar MotoGP yang besar. Karena itu, momentum balapan MotoGP Mandalika menjadi peluang untuk mendatangkan wisatawan sekaligus penonton dari negara jiran tersebut. (bul)

