BerandaPENDIDIKANCegah Perundungan, Penggunaan Gawai akan Diperketat

Cegah Perundungan, Penggunaan Gawai akan Diperketat

Mataram (Suara NTB) – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Mataram,terus memperketat aturan penggunaan gawai atau handphone bagi siswa. Tujuannya,meminimalisasi potensi konflik antarsiswa serta mencegah perundungan.

Kepala SMPN 4 Mataram, Lalu Jinade mengatakan, pembatasan penggunaan gawai didasarkan pada Surat Edaran (SE) Wali Kota tentang penggunaan gawai di sekolah.

Siswa tidak diperkenankan membawa dan menggunakan HP di lingkungan sekolah, kecuali dalam kondisi urgen atau mendesak.

“Jadi kalau sangat penting untuk komunikasi dengan orang tua, sudah kita siapkan guru BK dan wali kelas untuk menghubungi orangtuanya,” ujarnya.

Dikatakan, apabila gawai diperlukan untuk pembelajaran,maka guru mesti berkoordinasi dengan bagian kurikulum untuk memastikan perangkat elektronik tersebut benar-benar dibutuhkan. “Tapi penggunaannya pas pada saat mata pelajaran saja,” tegas Jinade.

Ia menekankan, pengetatan aturan penggunaan gawai merupakan upaya sekolah untuk mengurangi peluang konflik antarsiswa. Sebab, perundungan kerapkali dimulai dari interaksi di media sosial dan berkembang kekerasan fisik atau verbal secara langsung.

Setelah pengetatan aturan pemanfaatan gawai di sekolah, Jinade mengaku, kasus kekerasan atau perundungan baik fisik maupun verbal menurun.

“Jadi ada sedikit penurunan ketika memang penggunaan HP di sekolah dibatasi,” tegasnya.

Selain melalui regulasi, SMPN 4 Mataram terus menggalakkan sosialisasi antiperundungan di sekolah. Dengan upaya tersebut, siswa diharapkan memahami dampak negatif dari bullying itu sendiri.

Jinade juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mengawasi penggunaan HP siswa. Sebab, lemahnya pengawasan anak ketika di rumah dapat membuka celah perundungan terjadi di sekolah.

“Setiap 6 bulan sekali kita undang juga orang tua pada saat pembagian rapot, supaya cepat kita sifatnya itu preventif. Jangan sampai kejadian. Jadi sebelum kejadian, kita sudah antisipasi,” pungkasnya. (sib)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO