BerandaNTBLOMBOK TIMURLotim Buka “Karpet Merah” bagi Investor di Pulau-Pulau Kecil

Lotim Buka “Karpet Merah” bagi Investor di Pulau-Pulau Kecil

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) membuka peluang investasi seluas-luasnya bagi para investor yang ingin mengembangkan sektor pariwisata di kawasan pulau-pulau kecil atau gili. Daerah ini memiliki sedikitnya 35 gili dengan potensi wisata bahari yang dinilai mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi.


Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, saat ditemui media di Pendopo, Rabu (5/8/2026) menegaskan, pemerintah daerah siap memberikan kemudahan bagi investor yang serius mengembangkan potensi wisata di kawasan tersebut.


Bupati Iron, sapaan Bupati Lotim ini menuturkan ia cukup intensif menjalin komunikasi telah dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mempercepat pengelolaan kawasan pulau-pulau kecil.


“Kami sudah berkomunikasi dengan direktur di KKP, karena terkait kawasan gili ini berada dalam kewenangan KKP sehingga perlu pendekatan bersama. KKP juga sedang mencari investor dan seluruh proses perizinannya tidak dipungut biaya. Yang terpenting adalah investornya benar-benar serius,” ujar H. Iron.


Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin investasi dilakukan tanpa perencanaan yang matang. Karena itu, calon investor didorong terlebih dahulu melakukan survei lapangan agar pengembangan kawasan wisata benar-benar sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing Pulau.


Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lombok Timur, Sosiawan, mengatakan kawasan gili di Lombok Timur memiliki daya tarik yang sangat besar, namun sebagian besar saat ini baru dimanfaatkan sebagai lokasi singgah atau transit wisatawan.


Beberapa destinasi seperti Gili Bidara, Gili Kondo, Gili Kapal, hingga Gili Sunut telah menjadi tujuan persinggahan berbagai agen perjalanan wisata. Wisatawan umumnya datang untuk menikmati panorama laut, pasir putih, serta keindahan bawah laut sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lain.


Menurutnya, pemerintah ingin kawasan tersebut dikelola secara lebih komprehensif sehingga mampu menghadirkan nilai tambah bagi daerah dan masyarakat.


“Saat ini proses persetujuan pengelolaan kawasan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan terus berjalan. Jika proses tersebut selesai, maka peluang investasi akan semakin terbuka dan menjadi magnet baru bagi para investor,” jelas Sosiawan.


Selain gugusan gili di wilayah utara, Lombok Timur juga menawarkan potensi wisata bahari di kawasan selatan, seperti Gili Sunut dan Pulau Pasir di sekitar wilayah Jerowaru. Masing-masing memiliki karakteristik tersendiri, mulai dari hamparan pasir putih, perairan yang jernih, hingga panorama laut yang masih alami.


Pemerintah Kabupaten Lombok Timur optimistis pengembangan kawasan pulau-pulau kecil melalui investasi akan memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.


“Kami membuka peluang sebesar-besarnya. Karpet merah kami gelar bagi investor yang ingin berinvestasi di Lombok Timur. Harapannya, potensi wisata pulau-pulau kecil ini dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi daerah maupun masyarakat,” pungkas Sosiawan.


Langkah tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan Lombok Timur Smart, yang menempatkan investasi sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan sektor-sektor unggulan, termasuk pariwisata bahari. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO