BerandaPENDIDIKANMaksimalkan Ketersediaan Guru

Maksimalkan Ketersediaan Guru

Mataram (Suara NTB) – Kekurangan guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) di NTB,masih menjadi pekerjaan rumah  bagi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi NTB. Persoalan ini tidak saja menjadi beban bagi guru, tetapi juga sekolah itu sendiri.

Seperti yang terjadi di SLBN 3 Mataram hanya memiliki 14 guru. Jumlah itu berbanding terbalik dengan jumlah 101 siswa yang harus dibina.

Kepala Bidang Pembinaan SMK-PK, Dikpora NTB, Hasbi mengatakan, kurangnya ketersediaan guru memang menjadi persoalan SLB di NTB saat ini. Apalagi, pemerintah pusat tidak lagi memperbolehkan daerah mengangkat guru honorer.

Sebagai alternatif, pihaknya berupaya untuk memaksimalkan guru yang tersedia. Meskipun, langkah itu belum menjawab persoalan utama.

“Tapi kita berusaha untuk memaksimalkan guru yang ada, walaupun keterbatasan ini sangat sulit sekali bagi kami,” ujarnya, Selasa (4/8).

Ia menerangkan,kebutuhan guru pada SLB dengan sekolah umumnya berbeda. Hal itu lantaran, pemetaan kebutuhan guru SLB didasarkan pada jenis ketunaan siswa. Artinya, siswa dengan ketunaan berbeda, mesti diajar di kelas tersendiri oleh seorang guru.

“Sehingga semakin banyak anak-anak yang masuk dengan jenis ketunaannya, maka semakin banyak guru yang dibutuhkan,” terang Hasbi.

Ia membeberkan,akibat tingginya minat masyarakat, beberapa SLB kelebihan siswa. Sementara, keberadaan guru tergolong sedikit.

Selain memaksimalkan ketersediaan guru, Dikpora akan mengusulkan penambahan formasi CPNS untuk guru Pendidikan Luar Biasa (PLB) tahun ini.

Hasbi belum tahu pasti berapa jumlah guru yang diusulkan. Sebab, penentuan jumlah usulan mesti melalui proses analisis kebutuhan.

“Kita usulkan ke pimpinan bahwa untuk pengajuan formasi untuk kita. Sama dengan di SMK, kami juga mengajukan formasi guru produktif,” pungkasnya. (sib)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO