Taliwang (Suara NTB) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali menggelar rapat koordinasi untuk persiapan penyelenggaraan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahun 2026 pada, Rabu (5/8).
Rapat koordinasi yang digelar di Gedung Graha Fitrah dihadiri langsung Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah, Wakil Bupati KSB, Hj.Hanipah dan Ketua DPRD KSB, Kaharuddin Umar serta para tamu udangan lainnya.
Namun, satu hal menarik dalam rakor kali ini, DPMD KSB turut menghadirkan PT Inti Konten Indonesia (INTENS) selaku penyedia teknologi pemungutan suara elektronik atau e-voting yang akan diajak bekerja sama menyelenggarakan Pilkades serentak di 21 desa tahun ini.

Kepala DPMD KSB, H. Abdul Hamid memaparkan sejumlah langkah yang telah dilaksanakan untuk persiapan Pilkades. Salah satunya terkait mekanisme pemilihan yang telah diputuskan Pemda KSB memanfaatkan sistem e-voting. “Dan hari ini kita hadirkan direktur PT INTENS untuk mensosialisasikan dan memberi gambaran langsung kepada kita seperti apa pelaksanaan e-voting Pilkades itu,” kata Hamid.
Direktur Utama PT. INTENS, Rizky Ayunda Pratama menjelaskan bahwa sistem e-voting yang telah dikembangkan sejak 2015 ini, telah digunakan di berbagai daerah. Khusus untuk wilayah Provinsi NTB, Kabupaten Sumbawa Barat akan menjadi daerah pertama yang menerapkannya. “Pilkades dengan metode e-voting ini punya banyak keunggulan Pak Bupati. Seperti mempercepat proses pemungutan dan penghitungan suara, mengurangi potensi surat suara tidak sah, meningkatkan efisiensi penggunaan perangkat, serta dilengkapi sistem keamanan untuk mencegah pemilih ganda,” papar Rizky.
Tidak saja mempresentasikan keunggulan aplikasi tersebut, PT INTENS juga memperagakan penggunaan sistem e-voting di kegiatan rakor tersebut. Bupati dan seluruh peserta yang hadir pun secara seksama mengikuti peragaan yang memberikan gambaran langsung mengenai tahapan pelaksanaan mulai dari verifikasi pemilih, penggunaan kartu suara digital, pemilihan melalui perangkat layar sentuh, hingga pencetakan bukti auditnya.
Usai melihat simulasi yang disajikan PT INTENS dalam bentuk visualisasi video dan data itu, Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah mengaku sangat antusias. Ia menyatakan, pelaksanaan Pilkades serentak KSB tahun ini dengan sistem e-voting akan menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi sejarah demokrasi tingkat desa. “Dan yang pasti kita adalah daerah pertama di NTB pakai sistem elektronik ini,” katanya.
Demi kelancaraan penerapan sistem pemilihan elektronik pada Pilkades ini, Bupati menginstruskikan kepada DPMD untuk segera membenahi seluruh hal yang dibutuhkan. Terutama regulasi termasuk juga memasifkan sosialisasi kepada masyarakat terkait model pemilihan berbasis elektronik tersebut.
“Saya minta DPMD segera selesaikan semuanya. Dan sosialisasi harus dibarengi simulasi langsung di masyarakat, terutama pada desa-desa yang akan melaksanakan Pilkades tahun ini,” pungkas Bupati.(bug/*)

