BerandaNTBLOMBOK TIMURAlunan Musik Experience Kembali Digelar di Pringgasela

Alunan Musik Experience Kembali Digelar di Pringgasela

Selong (Suara NTB) – Denting nada dan alunan musik akan kembali menggema di bumi Pringgasela Raya. Setelah sukses menggelar Alunan Budaya sebagai core event dua pekan sebelumnya, kini giliran Alunan Musik Experience yang siap memukau pecinta musik dan budaya pada 9 Agustus 2026 mendatang. Festival musik bertajuk “Alunan Musik Experience” ini bukan sekadar konser biasa, melainkan wujud kolaborasi lintas disiplin yang mengangkat kearifan lokal ke panggung yang lebih luas.

Ahmad Fery, Event Director Alunan Music Experience yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Seni Pringgasela Raya, kepada media di Selong, Lombok Timur, Jumat (7/8/2026) malam menjelaskan bahwa festival ini lahir dari perjalanan panjang. “Brand Alunan ini lahir dari story dan budaya. Sejak 2013, kami memang mengusung musik. Namun di tahun ketiga, kami mengangkat tenun sebagai bagian dari identitas,” ujarnya.

Keputusan untuk mengangkat tenun bukan tanpa alasan. Pringgasela Raya dikenal sebagai sentra tenun ikat yang mendunia. Dengan menggabungkan musik dan tenun, Fery berharap dapat menciptakan sinergi yang memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mengangkatnya ke level nasional.

“Sudah satu dekade kami berjalan. Konser ini hadir atas dorongan semua pihak, terutama stakeholder Pringgasela Raya. Kami ingin Pringgasela tidak hanya dikenal sebagai sentra tenun, tetapi juga sebagai pusat kreativitas dan seni pertunjukan,” tambah Fery dengan semangat.

Kolaborasi ini semakin kuat dengan pelibatan musisi-musisi lokal berbakat seperti Bapackguru dan PAS Band. Fery menambahkan bahwa sebagian besar penampil yang dihadirkan adalah musisi lokal dengan sentuhan kreativitas yang autentik.

Kehadiran Akamsi Dian sebagai manajemen yang menaungi festival musik menjadi angin segar bagi Alunan Musik Experience.

Vice Producer Dian Supriawan yang mewakili Akamsi, menyatakan bahwa visi yang sama menjadi landasan kolaborasi ini.

“Akamsi adalah manajemen festival yang bergerak di industri kreatif. Kami memiliki visi yang sama dengan Alunan, yaitu memberikan ruang bagi musisi lokal untuk menampilkan karya original mereka. Kami percaya banyak musisi lokal yang punya asa, punya lagu, dan punya band dengan kualitas yang tidak kalah dengan musisi nasional,” tutur Dian.

Ginang Ramdan, Project Manager Alunan Musik Experience, mengungkapkan bahwa ide besar di balik festival ini adalah untuk “keluar dari disiplinnya” atau dalam istilah mereka, “potong kompas”.

“Kami ingin semuanya bisa berkolaborasi. Budaya, musik, dan industri kreatif lainnya berpadu dalam satu harmoni. Alunan Musik Experience bukan sekadar konser, tapi ruang lintas disiplin yang melibatkan kolaborasi dengan berbagai industri,” jelas Ginang.

Ginang juga menambahkan bahwa persiapan telah dimatangkan dengan melibatkan panitia Alunan Budaya sebelumnya. “Kami sudah siapkan semuanya dengan matang. Pengalaman dari Alunan Budaya menjadi modal berharga untuk menyukseskan Alunan Musik Experience,” ujarnya.

Fery menargetkan sebanyak-banyaknya penonton untuk hadir dalam puncak acara pada 9 Agustus 2026. Namun, di balik target kuantitas, ada harapan besar yang ingin dicapai.

“Tujuan akhir dari Alunan Musik Experience adalah menjadi branding positif bagi pemerintah terhadap publik. Kami ingin Pringgasela Raya dan Lombok Timur secara umum bisa lebih kompetitif dari daerah lain. Festival ini adalah cara kami menunjukkan bahwa daerah ini punya potensi besar di bidang budaya dan industri kreatif,” pungkas Fery.

Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi yang solid antara Alunan, Akamsi, dan seluruh stakeholder Pringgasela Raya, Alunan Musik Experience diprediksi akan menjadi magnet bagi para penikmat musik dan budaya. Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga cerminan semangat kebersamaan dan kreativitas yang terus berdenyut di bumi Pringgasela Raya. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO