Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kere Alang Kabupaten Sumbawa sebagai ciri khas budaya kini bisa di akses masyarakat secara luas melalui platform berbasis Android. Aplikasi tersebut sengaja dibuat sebagai wadah mengenalkan Kere Alang sebagai warisan budaya.
Aplikasi tersebut resmi diluncurkan yang disertakan dengan kegiatan pameran. Acara tersebut mengangkat tema “Pelestarian Kain Khas Sumbawa Kere Alang Melalui Digitalisasi Kebudayaan Berbasis Aplikasi Smartphone Android” berhasil menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, perajin Kere Alang, hingga tokoh adat.
Dwi Rizka Harriami, M.A., Kepala SMA IT Samawa Cendekia Kabupaten Sumbawa, yang juga merupakan penerima hibah Dana Indonesiana 2025, menjadi sosok di balik suksesnya pengembangan aplikasi Kere Alang Sumbawa. Dengan dukungan penuh dari Dana Indonesiana, Kemendikbud dan LPDP, Rizka berhasil menciptakan sebuah platform Kere Alang Sumbawa yang mudah diakses siapa saja.
“Saya dan tim dalam pelaksanaan kegiatan ini menggunakan Frame Work RAD (Rapid Application Development) Model dengan beberapa tahapan,” ucapnya.
Tahapan pertama dimulai dari requirement planning phase. Di tahap ini, salah satu kegiatannya yakni melakukan rencana untuk mengetahui langkah dan kebutuhan dalam upaya pelestarian kain Kere Alang. Kegiatan dilaksanakan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan para penenun kain Kere Alang, pelaku ekonomi kreatif, guru muatan lokal di sekolah dan praktisi teknologi informasi.
Tahapan kedua yakni User Design Phase (UDP) dalam tahap ini dilakukan perancangan aplikasi Android dengan penentuan konsep dan ide. Termasuk perencanaan design juga dilakukan untuk mengetahui fitur-fitur yang akan digunakan dalam aplikasi.
Tahapan Ketiga, Construction Phase (CP), tahap ini merupakan tahap kerangka pembuatan aplikasi yang dibangun berbasis android. Selain itu, pembuatan design antarmuka pengguna maupun pengalaman pengguna akan memastikan aplikasi dapat digunakan dengan mudah dan penampilannya menarik.
“Cotuver Phase, menjadi tahap terakhir setelah aplikasi dibuat, pada tahap ini dilakukan proses pengujian atau testing oleh ahli Informatika, ahli tenun dan pelaku UMKM Kere Alang untuk mengetahui hasil dari aplikasi yang dibangun,” ucapnya.
Ketua Pajatu Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Dr. M. Ikhsan Safitri, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar aplikasi ini bisa menjadi wadah efektif bagi masyarakat,sehingga para generasi muda bisa lebih mencintai dan mempelajari Kere Alang Sumbawa.
“Kami sangat menyambut baik keberhasilan launching aplikasi Kere Alang Sumbawa ini, sehingga Kere Alang Sumbawa bisa lebih dikenal dan lebih dicintai oleh para generasi muda,” ucapnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa diwakili Kurnia Erma Syafitri, SE., Bidang Kebudayaan juga menyampaikan apresiasi setinggi kepada ketua tim pengembang aplikasi. Aplikasi ini ini nantinya diharapkan bisa menjadi wadah bagi para generasi mudah dalam menjaga warisan budaya kere Alang.
“Kami sangat memberikan apresiasi, karena aplikasi ini bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk mempelajari dan menjaga warisan budaya Kere Alang,” terangnya.
Ia juga turut memberikan apresiasi kepada Dwi Rizka Harriami, M.A., bersama anggotanya, Shinta Esabella, M.T.I., Sutan Syahril, S.Sos, Husaini Ahmad,, M. Sc., dan Rara Karmila Utany, S.E.. Selain itu ada juga Muhammad Hidayatullah, M. Sc., Riska Julianti Adelismula, M.M.Inov., Syaefullah, S.Pd., Rizki Febria Utany, Mentari Gita Goesfanti,
Bobi Arisandi, Bapak Chavita Mugara, Rosidawati, S.Pd, Nurjannah, Ardiansyah Putra, S.Kom., Erwin Mardinata, S.Kom., M.M .Inov, A Rahman, S.Kom., M.Cs, Siska Atmawan, M.Cs,. Fatihurroyyan, S.Kom., Caessar Titto, SE., Jonathan Afriliansyah serta Narasumber Maestro H Hasanuddin, S.Pd., selaku Wakil Ketua Pajatu Adat – Lembaga Adat Tana Samawa dan Narasumber Maestro Almh Husnulyati, S.Pd., serta Nurjannah selaku Perajin Kere Alang Desa Poto ini berfokus pada upaya pelestarian Kain Kere Alang.
Ketua DEKRANASDA Kabupaten Sumbawa Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, SE., juga secara resmi membuka acara launching dan menyampaikan ucapan selamat kepada Rizka dan tim pengembang aplikasi. Antusiasems peserta yang hadir pada acara Launching dan Pameran di Aula Ai Mata Jitu SMKN 1 Sumbawa juga luar biasa.
“Aplikasi dapat di akses pada laman https://kerealangsumbawa.id/ dan versi android dapat di akses di Google Play Store dengan keyword “Kere Alang Sumbawa,” ucapnya.
Tentu dengan diluncurkannya aplikasi ini lanjut Ida, diharapkan bisa menjadi salah satu kontribusi dalam membantu pemerintah melestarikan kain tradisional khas Sumbawa. Apalagi pemerintah daerah wajib mengembangkan, membina, dan melindungi warisan budaya tak benda agar tidak punah sesuai perkembangan zaman.
“Alat bantu berupa aplikasi ini dapat menjadi digitalisasi arsip kebudayaan yang dapat diakses oleh siapa saja dalam kaitannya dengan upaya pelestarian kain Kere Alang,” tukasnya. (ils/*)

