Mataram (Suara NTB) – Rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 tahun 2026 dimulai dengan pembagian bendera Merah Putih di Perempatan Kantor Gubernur NTB, Jumat (7/8). Kegiatan ini diikuti Wakil Gubernur (Wagub) NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana, Ketua TP PKK NTB Hj. Sinta M. Iqbal dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta ribuan pegawai dan pelajar tingkat SMA di Kota Mataram.
Sejak pagi, masyarakat dari berbagai kalangan telah berdatangan mengenakan atribut bernuansa Merah Putih. Pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, komunitas, aparatur pemerintah, hingga masyarakat umum berbaur dalam suasana penuh semangat kebangsaan.
Pada kesempatan ini, Wagub NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Kemerdekaan sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan semangat kebangsaan.
Pada usia HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 ini, Wagub mengingatkan seluruh masyarakat terus menggelorakan semangat kebangsaan dan semangat untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan budaya yang dimiliki NTB merupakan kekuatan besar yang harus terus dijaga sebagai modal membangun daerah.
“Dengan keberagaman suku dan agama yang ada di Nusa Tenggara Barat, mari kita semua tetap bersatu padu dan tidak mudah terpecah belah oleh berbagai isu dan upaya-upaya pihak yang tidak bertanggung jawab. Saya mengajak kita semua untuk terus menambah semangat kebersamaan dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 ini,” tambahnya.
Menurutnya, hamparan Merah Putih yang memenuhi Jalan Pejanggik menjadi bukti bahwa semangat nasionalisme masyarakat NTB tetap hidup dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Begitu juga dengan Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana. Menurutnya, usia kemerdekaan Indonesia yang ke-81 merupakan perjalanan panjang bangsa yang berhasil dilalui berkat semangat patriotisme dan persatuan seluruh rakyat Indonesia.
Usia kemerdekaan Indonesia ke-81, terangnya, adalah fase perjalanan sejarah bangsa yang sangat panjang, yang dilalui dengan berbagai macam ancaman dan tantangan. ‘’Namun karena semangat patriotik kita semua, berbagai ujian itu dapat kita lalui dan kita masih berdiri hingga hari ini,” ujarnya.
Ia menilai Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wujud nyata kecintaan masyarakat terhadap bangsa dan negara.
“Hari ini tidak semata-mata secara simbolik kita melaksanakan kegiatan sebagai wujud sukacita kepada bangsa Indonesia, tetapi ini adalah manifestasi dari semangat patriotisme, rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan, dan semangat kita untuk membela Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya.
Mohan juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kerukunan, dan keberagaman sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
“Oleh karena itu mari kita rawat dan jaga keberagaman serta kedamaian bangsa Indonesia, Nusa Tenggara Barat khususnya, sebagai modal besar kita membangun bangsa dan daerah yang kita cintai ini menuju NTB yang Makmur Mendunia,” tegasnya. (ham)

