Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kepala SDN 1 Kanar Kecamatan Labuhan Badas, Abdul Latief berharap pemerintah daerah segera menangani kerusakan gedung sekolah, agar tidak beresiko bagi siswa saat menjalankan aktivitas belajar. Selain itu, penambahan ruang kelas dan meja belajar dibutuhkan,karena belum sesuai dengan jumlah rombongan belajar. “Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama. Berbagai usulan perbaikan sudah berulang kali diajukan, namun hingga kini belum mendapat realisasi,” ucapnya kepada Suara NTB, Kamis (6/8).
Ia menjelaskan, sekolah memiliki 305 siswa yang terbagi dalam 12 rombongan belajar (rombel). Sementara, ruang kelas yang tersedia hanya 10 ruang. Kondisi ruang kelas itupun sebagian besar berada dalam kondisi tidak layak.
“Akibat kondisi keterbatasan itu, kami terpaksa memanfaatkan mushala sebagai ruang belajar tambahan dan menerapkan sistem bergantian menggunakan ruang kelas,” ucapnya.
Menurut Abdul Latief, idealnya sekolah hanya membuka 10 rombel, namun kondisi sosial masyarakat,sehingga tidak tega menolak calon peserta didik. Saat ini banyak calon siswa beragama Hind, sehingga apabila tidak diterima maka mereka harus melanjutkan pendidikan di tempat lain jaraknya cukup jauh.
Guru SDN 1 Kanar, Kamasiah mengakui bahwa kondisi ruang kelas yang memprihatinkan sudah berlangsung sekitar 6 tahun. Kepala sekolah juga sudah menyuarakan masalah ini, namun sampai dengan saat ini tidak kunjung terealisasi.
Menurut dia, salah satu yang paling penting saat ini yakni ketersediaan meja belajar bagi para siswa. Pasalnya, siswa kelas V dan VI terpaksa berbagi ruang kelas dengan siswa-siswi yang baru masuk sekolah.
“Sudah sering disampaikan hal yang sama setiap tahunnya, tetapi memang untuk realisasinya sampai dengan saat ini belum ada kejelasan,” tambahnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Mohammad Husnul Alwan memastikan akan melakukan penanganan lebih lanjut terhadap kondisi sekolah tersebut. Perbaikan fasilitas sekolah tidak hanya di SDN Kanar melainkan ada banyak sekolah yang membutuhkan penanganan yang sama.
“Tidak hanya SDN Kanar saja ada banyak sekolah lainnya yang kondisi bangunannya lebih parah. Kami juga akan tetap berusaha maksimal untuk menyelesaikan persoalan tersebut,” ucapnya.
Strategi yang dilakukan pemerintah saat ini dengan mengharapkan anggaran dari pemerintah pusat, karena anggaran daerah sangat terbatas sehingga penanganan yang dilakukan tidak bisa maksimal.
“Kita sudah mengundang seluruh kepala sekolah untuk kita bina terkait pengusulan revitalisasi sekolah ke pemerintah pusat. Apalagi revitalisasi sekolah ini menjadi salah satu program prioritas Bapak Presiden,” ujarnya. (ils)

