BerandaKota MataramPerempuan Tangguh Bencana

Perempuan Tangguh Bencana

PEMERINTAH Kecamatan Ampenan akan meluncurkan program edukasi dan simulasi kebencanaan bertajuk “Perempuan Tangguh Bencana untuk Peningkatan Kepedulian Siaga Bencana”. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya kaum perempuan, dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah pesisir.

Kawasan Ampenan dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Ancaman yang dihadapi meliputi banjir rob, abrasi pantai, hingga banjir akibat luapan sungai. Atas kondisi tersebut, pemerintah menetapkan Ampenan sebagai Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana secara berkelanjutan.

Camat Ampenan, Erma Suryani, mengatakan program tersebut difokuskan pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai mitigasi bencana sekaligus meminimalkan risiko kerugian apabila bencana terjadi.

Menurutnya, masyarakat di tingkat kelurahan merupakan garda terdepan dalam menghadapi situasi darurat. Karena itu, kesiapan fisik maupun mental warga, terutama kaum perempuan sebagai bagian penting dalam keluarga, menjadi faktor yang sangat menentukan keselamatan anggota keluarga dan lingkungan sekitar.

“Kita berharap warga tidak panik, tahu dengan jelas ke mana harus mengevakuasi diri, serta mampu mengambil tindakan penyelamatan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi apabila bencana terjadi,” ujarnya, Jumat (7/8).

Erma menjelaskan, peserta pelatihan akan dibekali pengetahuan mengenai tahapan mitigasi bencana secara menyeluruh. Materi yang diberikan mencakup upaya pencegahan sebelum bencana, langkah-langkah yang harus dilakukan saat bencana berlangsung, hingga proses pemulihan setelah bencana.

Selain menerima materi, peserta juga akan mengikuti simulasi siaga bencana yang dirancang menyerupai kondisi darurat sebenarnya. Dalam kegiatan tersebut, warga akan mempraktikkan prosedur evakuasi, teknik penyelamatan diri, serta membangun koordinasi yang efektif dalam penanganan keadaan darurat.

Mantan Camat Ampenan Selatan itu berharap program ini mampu menumbuhkan budaya sadar bencana di tengah masyarakat Ampenan. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak dapat dibangun secara instan, melainkan harus melalui latihan dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Harapannya, kegiatan ini dapat membentuk kultur masyarakat Ampenan yang semakin tanggap, sigap, dan siap menghadapi ancaman bencana di wilayah pesisir,” pungkasnya. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO