Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram memastikan ketersediaan elpiji subsidi 3 kilogram serta bahan kebutuhan pokok tetap aman menjelang dan selama perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026. Selain menjamin pasokan, pemerintah juga berkomitmen mengantisipasi potensi lonjakan harga melalui berbagai langkah preventif.
Wakil Wali Kota Mataram yang juga Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), TGH Mujiburrahman, mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok, termasuk elpiji subsidi dan bahan bakar minyak (BBM).
“Insya Allah stok aman. Masyarakat akan mendapatkan bagian sesuai kebutuhannya,” ujarnya.
Ia mengatakan, Pemerintah Kota Mataram bersama TPID terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan kebutuhan pokok agar tetap mencukupi selama momentum Maulid. Menurutnya, tradisi perayaan Maulid di Kota Mataram maupun Pulau Lombok umumnya mendorong peningkatan konsumsi masyarakat sehingga berpotensi meningkatkan permintaan sejumlah komoditas.
Berbagai kegiatan yang digelar masyarakat saat perayaan Maulid menyebabkan kebutuhan pangan meningkat dan dapat memengaruhi ketersediaan barang di pasaran. Karena itu, TPID telah menyepakati sejumlah langkah pencegahan agar kenaikan harga dapat diantisipasi sejak dini.
“TPID Kota Mataram sepakat melakukan langkah-langkah preventif sebelum terjadi kenaikan harga,” katanya.
Langkah tersebut dilakukan melalui pemantauan langsung di lapangan, memastikan distribusi tetap lancar, mencegah berkurangnya pasokan, hingga mengupayakan tambahan pasokan apabila terdapat indikasi kekurangan pada komoditas tertentu.
Mujiburrahman menyebutkan sejumlah kebutuhan pokok yang biasanya mengalami peningkatan permintaan saat perayaan Maulid, di antaranya daging ayam, daging sapi, telur, minyak goreng, beras, dan elpiji subsidi 3 kilogram.
Khusus untuk elpiji subsidi, Dinas Perdagangan Kota Mataram terus melakukan pemantauan distribusi. Hingga saat ini, penyaluran elpiji masih berjalan lancar. Namun, pemerintah tetap mengantisipasi peningkatan kebutuhan dengan mengusulkan penambahan pasokan (dropping) ke tingkat pangkalan apabila diperlukan.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari Perum Bulog, stok beras dan minyak goreng dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.
“Untuk BBM, tim TPID Kota Mataram terus melakukan koordinasi dengan Pertamina,” tambahnya.
Selain langkah preventif, Pemerintah Kota Mataram juga menyiapkan langkah responsif melalui pelaksanaan pasar murah di enam kecamatan. Kegiatan yang difasilitasi Dinas Perdagangan tersebut akan melibatkan puluhan distributor kebutuhan pokok yang menawarkan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Untuk memperkuat upaya pengendalian inflasi, Pemkot Mataram bersama TPID saat ini juga melakukan pemetaan serta menyiapkan berbagai inovasi di bidang ketahanan pangan. Langkah tersebut bertujuan memastikan ketersediaan, keterjangkauan harga, serta kelancaran pasokan pangan bagi masyarakat selama perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. (pan)

