Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengusulkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) terapung untuk Desa Pemongkong dan Pulau Maringkik, Lotim. Dua desa pesisir tersebut diketahui tidak memiliki lahan yang cukup di sepanjang pinggir pantai sehingga pengusulannya dapat dibangun di atas perairan.
Demikian dikemukakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lotim, M. Tasywiruddin, Minggu (9/8/2026). Dua lokasi pembangunan KNMP ini katanya hanya sebagai penyangga, karena dibutuhkan lahan hanya 5 are.
Prinsip membangun fasilitas umum bisa di atas laut maupun di darat. Khusus di atas perairan laut ini memang membutuhkan tambahan perizinan baru, yakni pemanfaatan ruang laut. Harapannya, usulan Lotim ini dapat diterima mengingat Pemongkong dan Maringkik ini memiliki potensi perikanan yang cukup besar.
Karena akan menjadi KNMP penyangga, nilai bangunan yang akan dibangun secara terapung ini tidak sebesar KNMP Hub seperti yang ada di Desa Ekas Buana yang nilainya bisa tembus Rp25 Miliar lebih. “Paling tidak atau maksimal setengah dari KNMP Hub atau sekitar Rp10-12 miliar lah,” kata Tasywiruddin.
Setelah melihat potensi pengembangan usaha dan bisnis perikanan yang cukup prospektif di Ekas, Pemkab Lotim juga sudah mengusulkan beberapa desa pesisir Lotim lainnya agar dapat dibangunkan fasilitas KNMP serupa.
“Kami usulkan di 2026 Tanjung Luar Kecamatan Keruak, Labuhan Haji Kecamatan Labuhan Haji, Seruni Mumbul Kecamatan Pringgabaya dan Sugian MecamahN Sambelia,” tuturnya.
Lokasi Labuhan Haji dan Seruni Mumbul dicoret, karena tidak ada lahan. “Labuhan Haji secara umum oke. Tapi lahannya dipindah lokasi. Diusulkanlah kemudian Batu Nampar, Pemongkong dan Maringkik,” ucapnya.
Kondisi terakhir memang belum final. Yang sudah sampai survei akhir baru tiga lokasi, yaitu Sugian, Tanjung Luar, dan Pemongkong. Pemkab Lotim saat ini hanya bisa menunggu keputusan final dasi KKP.
“Tiga terbaru ini terus terang belum yakin terbangun semua. Karena terakhir rapat diminta kita pilih mana prioritas. Kemudian kita pilih yang Tanjung Luar dijadikan prioritas karena sentra nelayan,” imbuhnya.
DKP Lotim masih menaruh harapan besar semua yang diusulkan ini dapat diterima oleh KKP. Pemkab Lotim terus jalin komunikasi dengan pihak kementerian. (rus)

