Giri Menang (Suara NTB) —
Panitia Jambore Jurnalistik Pelajar Se-NTB Wilayah I Tahun 2026 menggelar Technical Meeting (TM) bersama perwakilan peserta dan pembina/pendamping di SMAN 1 Narmada, Sabtu (8/8/2026).
Pertemuan tersebut membahas dan menyepakati sejumlah ketentuan teknis sebagai acuan pelaksanaan lomba yang akan digelar pada akhir Agustus mendatang.
Dalam TM tersebut, panitia yang dipimpin langsung oleh Ketua Penyelenggara Habiburrahman, S.Pd., M.Pd. (Abi) bersama seluruh perwakilan peserta dan pembina menetapkan lima mata lomba, yakni Produksi Berita, Opini, Fotografi, Cinematografi, dan Poster Digital. Setiap tim dapat mengikutsertakan maksimal tujuh peserta, dengan komposisi Produksi Berita maksimal tiga orang dan masing-masing satu orang untuk empat mata lomba lainnya.
Peserta akan mengikuti konsep kegiatan perkemahan/jambore dan pada prinsipnya diwajibkan menginap di lokasi kegiatan. Namun, dispensasi dapat diberikan bagi peserta dengan kondisi medis tertentu dengan melampirkan surat keterangan dokter. Sementara kebutuhan konsumsi selama kegiatan menjadi tanggung jawab masing-masing peserta dan pendamping.
Dari sisi penghargaan, panitia menyiapkan piala Juara I, II, dan III pada setiap mata lomba, piala Juara Umum, piagam/sertifikat, bingkisan atau hadiah, serta uang pembinaan. Penentuan pemenang sepenuhnya berdasarkan penilaian dewan juri sesuai kriteria yang telah ditetapkan, dengan keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Untuk materi lomba, tema atau isu Fotografi, Produksi Berita, Poster Digital, dan Cinematografi akan ditentukan melalui cabut lot pada Jumat malam, 28 Agustus 2026. Sementara tema untuk lomba Opini akan dibagikan pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Secara umum, isu yang dipersiapkan berkaitan dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi dalam dunia jurnalistik, termasuk kemungkinan isu digitalisasi keuangan serta literasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah).
Panitia juga menyampaikan sejumlah ketentuan pendukung, seperti ketersediaan jaringan seluler, air, listrik, serta ambulans desa untuk kondisi darurat. Peserta wajib membawa tenda masing-masing, sedangkan penempatan kapling tenda akan ditentukan melalui pengundian.
Dalam mobilitas selama kegiatan, setiap tim diperbolehkan membawa maksimal satu kendaraan roda dua jika diperlukan. Untuk kegiatan hunting, peliputan, observasi, atau pencarian bahan lomba, peserta diarahkan berjalan kaki di sekitar area yang telah ditentukan panitia.
Sementara itu, pembina atau pendamping tetap diperbolehkan mendampingi peserta di luar waktu perlombaan. Namun, selama lomba berlangsung, peserta wajib bekerja secara mandiri. Pendamping tidak diperbolehkan memberikan ide, mengarahkan proses produksi, mengerjakan, menyunting, maupun membantu penyelesaian karya peserta.
Sebagai bagian dari ketentuan peserta, setiap tim wajib memiliki minimal satu peserta dari kelas X. Susunan peserta akan difinalisasi saat registrasi di lokasi lomba pada hari pertama sebelum pembukaan.
Panitia menegaskan bahwa seluruh hasil TM menjadi acuan bersama bagi peserta, pembina/pendamping, dan panitia. Ketentuan yang belum dibahas dalam TM tetap mengacu pada Pedoman/Juknis Jambore Jurnalistik Pelajar Se-NTB Wilayah I Tahun 2026.
Melalui TM ini, panitia berharap seluruh peserta memiliki pemahaman teknis yang sama sehingga pelaksanaan Jambore Jurnalistik dapat berlangsung tertib, sportif, kreatif, dan memberikan pengalaman jurnalistik yang berkesan bagi pelajar se-NTB Wilayah I. (r)





