BerandaNTBSUMBAWA BARATPetani Diimbau Tidak Tanam Padi

Petani Diimbau Tidak Tanam Padi

- Advertisement -

Taliwang (Suara NTB) –

Dina Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) diimbau petani agar tak memaksakan diri menanan padi. Terutama petani yang memiliki lahan yang jauh dari jangkauan saluran irigasi teknis di musim tanam ketiga ini.

“Jangan paksakan menanam padi karena potensi gagal panen di musim ketiga nanti sangat tinggi sebagai dampak kemarau,” tegas Kepala Dinas Pertanian KSB melalui Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan, Syamsul Rizal, Selasa (11/8).

Imbauan agar petani tidak menanam padi di musim ketiga tahun ini, telah sering disampaikan kepada petani. Dikatakan Rijal, Komisi Irigasi dalam keputusan rapat terbarunya juga telah mengeluarkan imbauan serupa dalam rangka mengantisipasi dampak kemarau.Pihaknya harus terus menyuarakan mengingat kerap ada saja petani yang abai,karena merasa memiliki pengalaman dalam melihat cuaca.

Selain mengantisipasi cuaca kemarau, imbauan serupa juga ditujukan bagi petani yang lahannya bermasalah dengan kondisi tanahnya. Rizal menyebut berdasarkan hasil tinjauannya terdapat lahan pertanian warga yang memiliki tingkat keasaman tinggi. Kondisi tersebut sangat tidak produktif jika dipaksakan untuk ditanami tanaman padi.

“Lahan pertanian yang kadar asamnya tinggi ini kami temukan banyak di Brang Ene. Dan kami ingatkan ke pemilik lahan walau air irigasinya tersedia, jangan tanami padi dulu karena akan berpotensi gagal,” ujarnya.

Pihaknya menyarankan kepada para petani untuk menanam palawija. Komoditi palawija yang dapat ditanam dapat dikondisikan sesuai kondisi lahan mereka masing-masing. “Petani kita pasti sudah tahu cocoknya lahan mereka ditanami tanaman palawija apa,” urainya.

Saat ini lanjut Rijal, para petani mulai ada yang melakukan panen untuk musim tanam keduanya. Ia mengklaim hasil panen padi petani secara kualitas masih sangat baik.

“Mudah-mudahan yang menanam di musim tanam kedua ini hasil panennya bagus-bagus semua. Dan kita harap juga di musim ketiga, petani selektif dan tidak memaksa menanam kalau lahannya berpotensi terdampak kemarau,” imbuh Rizal.(bug)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO