BerandaHEADLINEInsiden Kebakaran KMP Putri Yasmin Harus Dijadikan Pelajaran

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin Harus Dijadikan Pelajaran

- Advertisement -

GUBERNUR Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, mengharapkan insiden kebakaran kapal rute Bali-Lombok, KMP Putri Yasmin yang terbakar pada Rabu sekitar pukul 05.00 Wita di Selat Lombok harus dijadikan pelajaran.


“Intinya dijadikan pembelajaran untuk perbaikan mendatang,” ujarnya setelah Rakor MotoGP di Bank NTB Syariah pada Rabu, 12 Agustus 2026.


Setelah mengetahui adanya insiden kapal terbakar tersebut, Iqbal mengaku langsung memerintahkan Kepala Dinas Perhubungan untuk terjun langsung ke lokasi. Begitupun dengan Menteri Perhubungan yang disampaikan akan segera berkunjung ke lokasi kejadian.


Menurutnya, insiden ini menjadi perhatian Pemprov NTB saat ini. Adapun dengan adanya laporan Komisi VII DPR RI yang mengatakan fasilitas dan pelayanan di Pelabuhan Lembar kurang layak saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Senin, 10 Agustus lalu, Iqbal mengaku segera berkoordinasi dengan ASDP selaku pengelola pelabuhan.


“Kami akan berkoordinasi dengan ASDP nanti untuk memastikan fasilitasnya. Baik, jadi apapun yang terjadi hari ini, ini menjadi pembelajaran,” ujarnya.


Sebagai informasi, KMP Putri Yasmin milik PT JEMLA (Jembatan Lautan) mengalami kebakaran saat sedang berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan ASDP Lembar.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026, sekitar pukul 04.50 WITA. Kebakaran terjadi ketika kapal masih dalam perjalanan menuju Pelabuhan Lembar. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut. Saat ini sedang berlangsung proses evakuasi.


Dalam video yang beredar terlihat para penumpang KMP Putri Yasmin mengenakan pelampung dan bersiap menyelamatkan diri. Mereka tampak panik. Karena kondisi asap diduga dari kebakaran terus mengepul dari ruangan kapal. Proses evakuasi dibantu oleh KMP Port Link II yang kebetulan sedang melintas di sekitar lokasi kejadian. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO