BerandaHEADLINEMIF Ke-5 Digelar Oktober, Hadirkan Konsep Baru

MIF Ke-5 Digelar Oktober, Hadirkan Konsep Baru

- Advertisement -

MANDALIKA International Festival (MIF) akan kembali digelar pada 20-25 Oktober mendatang. Agenda rutin yang sudah digelar lima kali di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika itu mengusung tema Mandalika Wonderful Indonesia. Tahun ini, MIF menghadirkan sejumlah konsep baru yang memadukan pengetahuan, sains, teknologi, konferensi internasional, edukasi, hingga festival.


Direktur IMF, Sirajuddin, mengungkapkan tema itu dirancang agar MIF tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, kolaborasi, dan promosi potensi NTB kepada masyarakat internasional.


“Yang pertama kita ingin MIF tahun ini ada yang baru ya, ada yang unik, kemudian ada yang original dari kita. Di mana ini menjadi satu kesatuan kegiatan nanti,” ujarnya, Rabu, 12 Agustus 2026.


Salah satu fokus utama di MIF tahun ini yaitu penguatan konten knowledge, science, dan technology. Sejumlah karya anak bangsa dari perguruan tinggi, termasuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan kampus lainnya, akan didorong untuk tampil dalam kemasan menarik di panggung MIF.


Selain itu, MIF ke-5 juga akan menghadirkan international conference yang melibatkan akademisi, praktisi, dan peserta dari berbagai negara. Sejumlah isu yang akan diangkat antara lain sport tourism, edutourism, serta berbagai topik yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata I indonesia.


Kehadiran mahasiswa internasional di Lombok juga akan dimanfaatkan untuk memperkuat nuansa global MIF. Mereka akan diberikan ruang untuk berbagi pengalaman selama berada di Lombok, sekaligus memperkenalkan NTB kepada jejaring internasional.


“Harapan kami anak-anak kita harus mempunyai global mindset. Tidak ada cara lain, kita harus celupkan mereka dalam event-event internasional, mereka harus mengikuti international mobility, international collaboration, dan sebagainya,” jelasnya.


Ia mengatakan, saat ini terdapat lebih dari 100 mahasiswa internasional yang telah berada di Lombok dan tersebar di sejumlah perguruan tinggi. Kehadiran mereka dinilai dapat menjadi modal penting untuk memperluas jejaring internasional dalam pelaksanaan MIF.


Selain konferensi, MIF ke-5 akan menghadirkan Mandalika Conference Competition, sebuah kompetisi mengenai perencanaan dan desain konferensi yang dikemas secara daring dan ditargetkan dapat menjangkau peserta dari berbagai negara.


Beberapa program unggulan MIF tahun ini yaitu APIEM International Event Course & Certification. Program sertifikasi internasional di bidang manajemen acara yang diselenggarakan atas kerja sama dengan Asia Pacific Institute for Events Management (APIEM) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).


Dua sertifikasi yang ditawarkan antara lain Certified Event Planner dan Certified Event Manager, masing-masing dengan biaya Rp7,5 juta. Peserta akan menjalani proses pembelajaran secara daring terlebih dahulu sebelum mengikuti kegiatan luring di kawasan Mandalika.

Sertifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat NTB yang ingin berkarier di industri event internasional, termasuk pada berbagai penyelenggaraan event di kawasan Mandalika.


“Kalau mau bekerja di event-event internasional, di Mandalika misalnya, dengan menampilkan sertifikat internasional itu, saya kira peluang besar bagi mereka,” katanya.


Selanjutnya ada International Conference & Call for Papers. Konferensi akademik internasional bertema “Collaboration, Creativity, and Connectivity for Tourism and Events Sustainability Development” pada 23 Oktober 2026. Wadah publikasi ilmiah ini terintegrasi dengan jurnal terindeks Scopus (Q3 & Q4) hasil kolaborasi dengan Universitas Teknologi Malaysia (UTM).


Lalu, pertunjukan Sains dan Teknologi (Robotic Show) yang akan menjadi daya tarik hiburan edukatif yang menghadirkan aksi atraktif tim robotik asal Surabaya yang akan bermain bola basket di panggung festival.


Kemudian, ada International Planning Conference Competition. Kompetisi ini dirancang seperti konferensi tingkat internasional bagi mahasiswa aktif di seluruh dunia. Hasil perencanaan terbaik dari kompetisi ini akan dijadikan panduan resmi penyelenggaraan konferensi MIF pada tahun 2027. MIF ke-5 juga akan diramaikan dengan festival yang menampilkan karya-karya kreatif, mulai dari kostum, fashion, hingga musik.


“Tantangannya banyak. Kita butuh effort yang keras untuk meyakinkan semua orang berkolaborasi. Yang kedua, kita ingin masyarakat NTB memanfaatkan event ini untuk menunjukkan produk-produk yang mereka miliki,” pungkasnya. (era)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO