Mataram (Suara NTB) – Penyelenggaraan layanan haji Embarkasi Lombok mencatatkan capaian positif dalam Survei Kepuasan Layanan Haji Indonesia (SKLHI) Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah.
Berdasarkan hasil survei, Embarkasi Lombok memperoleh Indeks Kepuasan Layanan sebesar 87,80 dengan kategori Sangat Memuaskan, sekaligus menjadi yang tertinggi di antara seluruh embarkasi haji di Indonesia.
Dalam publikasi Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia Tahun 1447 H/2026 M yang dirilis BPS pada 6 Agustus 2026, Embarkasi Lombok berada di posisi teratas, diikuti Embarkasi Yogyakarta dengan nilai 87,18 dan Embarkasi Palembang sebesar 86,65. Sementara itu, secara nasional Indeks Kepuasan Layanan Haji Dalam Negeri tercatat sebesar 83,85 dengan kategori Memuaskan.
Survei tersebut melibatkan alokasi sampel sebanyak 14.400 jemaah haji, yang terdiri atas 1.600 jemaah untuk pengukuran layanan dalam negeri, 6.400 jemaah pada Gelombang I layanan luar negeri, dan 6.400 jemaah pada Gelombang II layanan luar negeri.
Khusus pengukuran layanan dalam negeri, survei terhadap 1.600 jemaah dilakukan untuk menggambarkan kualitas pelayanan pada dua titik pengamatan, yaitu embarkasi dan bandara keberangkatan. Penilaian dilakukan berdasarkan persepsi jemaah terhadap kualitas berbagai pelayanan yang diterima selama penyelenggaraan ibadah haji.
General Manager Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Aidhil Philip Julian, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan layanan haji Embarkasi Lombok, mulai dari tahap persiapan, pemberangkatan hingga kepulangan jemaah.
“Capaian ini menjadi kebanggaan sekaligus apresiasi bagi seluruh petugas bandara beserta beserta stakeholder yang telah berkolaborasi dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji Embarkasi Lombok,” ujar Aidhil.
Dalam mendukung penyelenggaraan haji Embarkasi Lombok tahun 2026, BIZAM terus melakukan peningkatan kualitas layanan dengan mengedepankan pelayanan yang ramah bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Salah satunya melalui penggunaan garbarata (passenger boarding bridge) dalam proses naik dan turun pesawat sehingga jemaah tidak lagi harus menggunakan tangga pesawat secara manual, serta didukung fasilitas berupa eskalator, elevator, dan kursi roda bagi jemaah yang membutuhkan. Berbagai peningkatan layanan tersebut memberikan kemudahan dan kenyamanan, khususnya bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, maupun jemaah dengan keterbatasan mobilitas. (bul)

