BerandaNTBSUMBAWAPemkab Sumbawa Usulkan 150 Hektar Lahan KPIT

Pemkab Sumbawa Usulkan 150 Hektar Lahan KPIT

- Advertisement -

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengusulkan sekitar 150 hektar lahan milik pemerintah di Teluk Santong, Kecamatan Plampang sebagai lokasi Kawasan Industri Perikanan Terpadu (KIPT) ke Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Pasalnya, kabupaten/kota lain di NTB tidak ada yang sanggup untuk menyiapkan kebutuhan lahan tersebut.

“Kita sudah usulkan ke KKP untuk KIPT tersebut. Kita mengajukan diri, karena di NTB tidak ada kabupaten/kota yang sanggup menyiapkan lahan yang dibutuhkan untuk proyek tersebut,” kata Bupati Kabupaten Sumbawa, Ir.H.Syarafuddin Jarot dikonfirmasi pada, Rabu (12/9).

Menurutnya, kawasan industry perikanan terpadu akan menjadi lokasi pengolahan produk perikanan dari hulu hingga ke hilir. Konsepnya sama dengan program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Desa Serading yang telah dilakukan peletakan batu pertama beberapa bulan lalu.

Ia menyebutkan, KIPT ini dirancang untuk memfasilitasi seluruh rangkaian aktivitas perikanan mulai dari penangkapan ikan hingga pengolahan serta distribusi dengan memusatkan kegiatan di satu lokasi.

“Kawasan industri ini kita harapkan bisa menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pelaku bisnis perikanan untuk berkembang,sehingga mereka bisa mengakses infrastruktur memadai, seperti pelabuhan, pabrik pengolahan, dan gudang penyimpanan,” ucapnya.

Ia melanjutkan, program ini juga akan memberikan dampak positif pada penciptaan lapangan kerja. Dampaknya banyak perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut, sehingga akan membutuhkan tenaga kerja yang terampil.

“Lapangan kerja ini tidak hanya memberikan sumber penghasilan, tetapi juga meningkatkan keterampilan dan pengetahuan warga desa, dan akhirnya mengarah ke pengembangan ekonomi berkelanjutan,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan KPIT dapat meningkatkan rantai pasokan yang berkelanjutan. Pasalnya,fasilitas pengolahan dan distribusi yang terpusat, perusahaan dapat mengoptimalkan rantai pasokan mereka, mengurangi limbah dan memastikan kualitas produk yang konsisten.

“Rantai pasokan yang berkelanjutan ini menguntungkan konsumen, produsen, dan lingkungan. Sehingga kami berharap usulan kita bisa disetujui dan bisa direalisasikan segera,” harapnya. (ils)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO