BerandaHEADLINESimpati untuk Gempa NTT

Simpati untuk Gempa NTT

- Advertisement -


GEMPA bumi hingga magnitudo 7,7 yang mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi warga NTT, tetapi juga NTB selaku tetangga juga mitra kerja sama gugusan sunda kecil, Bali, NTB, dan NTT.


Duka juga dirasakan oleh Gubernur NTB periode 2008-2018, TGB. Muhammad Zainul Majdi, setelah mengikuti rangkaian HUT RI ke-81 di Lapangan Bumi Gora, ia menyampaikan simpati dan rasa duka cita yang mendalam atas musibah tersebut.


“Kita berduka cita untuk NTT karena kita tahu persis rasanya terkena gempa skala besar,” kenangnya.


Ia mengenang kembali musibah gempa bumi yang pernah mengguncang Lombok dan wilayah NTB pada tahun 2018 selama hampir satu bulan penuh. “Pasti traumanya luar biasa, dan karena itu kita ikut berduka cita,” tambahnya.


Gubernur NTB dua peridoe ini juga menyoroti hubungan historis dan emosional antara NTB dan NTT. Di mana sebelum pembagian wilayah pada tahun 1958 silam, NTB dan NTT dulunya berada dalam satu ikatan persaudaraan Sunda Kecil.


Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi NTB yang telah mengirimkan bantuan langsung ke NTT sebagai bentuk nyata persaudaraan. Ia mengimbau warga NTB untuk tetap waspada, berhati-hati, dan terus berdoa agar bencana serupa tidak meluas ke daerah lain.


“Kita juga terima kasih kepada pemerintah provinsi yang sudah mengirim bantuan dan mewakili persaudaran dan wujud nyata,” katanya.


Berdasarkan pengalaman NTB saat menghadapi pemulihan gempa 2018, Zainul Majdi membagikan beberapa poin penting untuk masyarakat dan pemerintah NTT. Sebagai kunci utama percepatan tanggap bencana dan rehabilitasi adalah tidak saling menyalahkan antara masyarakat dan pemerintah.


“Tidak boleh saling menyalahkan. Dulu kita cepat tanggap bencananya dan rehabilitasi relatif cepat,” ujar TGB.


Selain itu, TGB juga mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga sikap solid dan kompak di tingkat lokal akan menarik simpati serta bantuan dari masyarakat luar daerah untuk turut mengulurkan tangan. Dan kerja sama erat seluruh pihak menjadi fondasi utama agar wilayah terdampak dapat segera bangkit dan pulih dari trauma bencana.


“Saudara kita yang ada di NTT kita harapkan tidak usah saling menyalahkan di antara masyarakat dan pemerintah. Pokoknya tangani bareng-bareng. Kalau kompak di dalam insyaAllah akan cepat pulih pasca trauma,” pungkasnya. (era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO