BerandaEKONOMIKapal Penyeberangan Siap Layani Lonjakan Penonton MotoGP Mandalika 2026

Kapal Penyeberangan Siap Layani Lonjakan Penonton MotoGP Mandalika 2026

- Advertisement -

Mataram (Suara NTB) – Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) memastikan armada kapal penyeberangan siap menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang MotoGP yang akan digelar Oktober 2026 di Sirkuit Mandalika.


Ketua Gapasdap RI, Khoiri Soetomo, mengatakan dari sisi jumlah, armada penyeberangan yang beroperasi di sejumlah lintasan menuju Lombok maupun Bali sebenarnya sangat mencukupi. Persoalannya justru terletak pada keterbatasan infrastruktur pelabuhan, terutama jumlah dermaga dan fasilitas sandar kapal.


“Kalau kita bicara masalah jumlah kapal, sangat cukup. Tinggal bagaimana kesiapan infrastrukturnya, terutama dermaga dan jumlah sandarannya,” kata Khoiri.


Menurutnya, kondisi ini membuat banyak kapal tidak dapat beroperasi secara optimal. Kapal harus bergantian menggunakan dermaga sehingga utilisasinya tidak maksimal.


“Kalau kapal harus bergantian, satu bulan operasinya tidak lebih dari 50 persen,” ujarnya.


Kondisi itu menjadi perhatian menjelang MotoGP Mandalika. Ajang balap internasional tersebut diperkirakan kembali mendatangkan ribuan penonton dari Pulau Jawa dan daerah lainnya ke Lombok.


Khoiri mencontohkan lintasan Ketapang-Gilimanuk. Menurutnya, jumlah tempat sandar ideal di lintasan tersebut setidaknya harus dua kali lipat dari kapasitas yang tersedia saat ini. Hal serupa juga diperlukan di lintasan Padangbai-Lembar.


“Jumlah sandaran yang ideal itu harus dua kali lipat dengan yang ada sekarang. Padangbai-Lembar juga demikian,” katanya.


Namun, penambahan dermaga tidak cukup hanya dari sisi jumlah. Infrastruktur tersebut harus memiliki kapasitas dan kualitas yang mampu mendukung operasional kapal secara aman dan efisien
Khoiri menegaskan, operator sebenarnya dapat menambah armada untuk mengantisipasi peningkatan penumpang selama MotoGP. Bahkan, sejumlah kapal saat ini tidak dapat dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan tempat sandar.


“Kalau masalah kapal, kita bisa menyiapkan kapal dengan sangat cukup. Banyak kapal yang menganggur karena tempat sandarnya tidak ada,” ujarnya.


Ia menjelaskan, kebutuhan masyarakat reguler tetap menjadi prioritas utama operator penyeberangan, terutama untuk melayani pergerakan ekonomi dan distribusi logistik. Sementara untuk sektor pariwisata, termasuk penonton MotoGP, penambahan armada masih memungkinkan sepanjang didukung infrastruktur pelabuhan yang memadai. (bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO