BerandaNTBSUMBAWAPeserta Sail To Indonesia, Wisatawan Dijadwalkan Berkunjung ke Destinasi Wisata di Sumbawa

Peserta Sail To Indonesia, Wisatawan Dijadwalkan Berkunjung ke Destinasi Wisata di Sumbawa

- Advertisement -

Sumbawa Besar (Suara NTB)-Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disparpora) Kabupaten Sumbawa, berencana menjadikan Dermaga Labuhan Badas sebagai titik labuh bagi peserta Sail to Indonesia. Langkah ini menjadi skenario bahwa peserta akan diarahkan berkunjung ke sejumlah destinasi wisata seperti Istana Dalam Loka, Sentra Kerajinan Tenun di Moyo Hilir dan Barang Kebo.

“Sudah kita ajukan Labuhan Badas sebagai titik labuh, termasuk acara penyambutan peserta Sail to Indonesia juga akan kita jadwalkan di lokasi tersebut,” Sekretaris Dinas Parpora Kabupaten Sumbawa, Muhammad Irfan, kepada Suara NTB, Selasa (18/8).

Dikatakan,jumlah peserta Sail to Indonesia yang sudah konfirmasi masuk ke perairan Sumbawa mencapai 33 kapal yacht. Jumlah 33 kapal ini di estimasi akan membawa sekitar 70 wisatawan sebagai peserta Sail to Indonesia di Kabupaten Sumbawa dengan waktu sandar sekitar 5 hari.

“Informasi sudah kita kunci dari event organizer (EO) estimasinya sekitar 33 kapal yang akan mengikuti Sail of Indonesia di kabupaten Sumbawa. Tinggal kita tunggu waktu pelaksanaannya saja,” jelasnya.

Lokasi kunjungan titik utama Labuhan Badas dan Labuhan Jambu sebagai destinasi unggulan. Para Yatcher sesuai informasi awal akan tiba Sumbawa sekitar tanggal 14 September dan mengikuti acara dari tanggal 14-17 September. 

Ia melanjutkan, di tahun 2026 titik labuhnya dialihkan ke Labuhan Badas setelah di tahun 2025 dilaksanakan di Labuhan Jambu. Titik labuh tersebut merupakan destinasi primadona dengan adanya hiu paus yang menjadi daya tarik utama. Dikatakan, dari 27 destinasi yang dikunjungi peserta, Sumbawa mendapatkan tempat land off paling banyak.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa sudah menyiapkan destinasi wisata unggulan sama seperti pelaksanaan di tahun sebelumnya. Bahkan ada dua ikon Sumbawa yang diminati peserta Sail of Indonesia yaitu hiu paus,karapan kerbau dan wisata budaya lainnya.

“Kalau di desa wisata tentu ada dampak secara langsung, karena para wisatawan pasti akan membeli. Termasuk apa yang dijual di oleh pelaku UMKM seperti kopi kemasan pasti akan dicari,” timpalnya.

Ia menambahkan sebelum pelaksanaan event tahunan tersebut, pihaknya tetap akan melakukan pertemuan lanjutan. Hal itu dilakukan untuk memastikan destinasi yang siap untuk dikunjungi termasuk jumlah peserta yang mengikuti event itu.

“Tetap akan kita rapat lebih lanjut untuk memastikan destinasi yang akan dikunjungi, sehingga persiapan yang kita lakukan bisa lebih maksimal,” pungkasnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO