BerandaNTBKejagung Turun ke NTB Periksa Saksi Kasus Dugaan Korupsi MBG

Kejagung Turun ke NTB Periksa Saksi Kasus Dugaan Korupsi MBG

- Advertisement -

Mataram (Suara NTB) – Kejaksaan Agung (Kejagung) RI melakukan pemeriksaan di NTB terkait kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN), Kamis (20/8/2026).

Juru Bicara Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, Muhammad Harun Al Rasyid membenarkan, pihak Kejagung meminjam ruangan di Kejati NTB untuk proses pemeriksaan perkara dugaan korupsi MBG.

“Kejati dalam hal ini hanya bersifat memfasilitasi pemeriksaan yg dilakukan tim penyidik Kejagung,” katanya.

Harun tidak membeberkan berapa penyidik Kejagung yang turun ke NTB. Serta siapa saja pihak yang menjalani pemeriksaan.

“Karena sebagian besar saksi berada di wilayah Lombok, maka tim Kejagung yang mendatangi para saksi,” jelasnya.

Sebelumnya, Harun mengatakan, pihaknya siap membantu Kejagung untuk menelusuri aset milik Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan di daerah. Setelah mantan Irwasda Polda NTB itu ditetapkan sebagai tersangka kasus tersebut.

Penyidik menduga, saat menjabat Kepala Biro Hukum dan Humas BGN hingga Maret 2025 dan kemudian menjadi Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Iwan meminta dua pihak mendirikan perusahaan untuk menjual food tray kepada calon mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Harga yang ditetapkan diduga telah memasukkan fee bagi dirinya sebagai syarat agar titik SPPG mendapat persetujuan.

Atas perbuatannya, penyidik menahan Lalu di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari pertama. Ia disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a, huruf b, dan huruf e Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto ketentuan dalam KUHP.

Selain Lalu Iwan, dalam perkara tersebut Kejagung juga telah menetapkan enam orang lain sebagai tersangka. Mereka diantaranya, Dadan Hindayana (Mantan Kepala BGN), Sony Sonjaya (Mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional), Lodewyk Pusung (Mantan Wakil Kepala BGN), Pihak swasta dan vendor tekanan, di antaranya Asep Yusuf Somantri (pengatur mitra titik dapur atau SPPG), Andri Mulyono (vendor motor listrik), serta Glory Harimas Sihombing (Yayasan IFSR). (mit)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO