BerandaNTBKOTA MATARAMBPBD Mataram Pastikan Kekeringan Masih Terkendali

BPBD Mataram Pastikan Kekeringan Masih Terkendali

- Advertisement -

Mataram (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram memastikan kondisi wilayah masih aman dari dampak kekeringan meski fenomena El Nino masih berlangsung. Ketersediaan air bersih dan pasokan air untuk irigasi di enam kecamatan hingga kini masih berjalan normal.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi dan pemantauan lapangan, BPBD belum menemukan kondisi kekeringan yang berdampak signifikan terhadap masyarakat maupun sektor pertanian. Potensi kebakaran akibat musim kemarau juga dinilai masih relatif minim.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Budi Wartono, mengatakan kondisi sumur warga dan saluran irigasi persawahan masih berair. Hingga saat ini, belum ditemukan lahan pertanian yang gagal panen atau tidak dapat ditanami akibat kekurangan air.

“Sampai saat ini belum ada laporan kekeringan yang berdampak signifikan terhadap warga maupun pertanian,” ujarnya, Jumat (21/8).

Meski kondisi masih aman, BPBD tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila kebutuhan air bersih masyarakat meningkat. Sebanyak 30.000 liter air bersih disiagakan di enam kantor camat se-Kota Mataram.

Masing-masing kantor camat dilengkapi tandon berkapasitas 5.000 liter. Persediaan tersebut disiapkan untuk merespons dengan cepat laporan masyarakat yang membutuhkan air, baik untuk konsumsi maupun kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK).

Budi menjelaskan, pengisian tandon akan didukung Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar). BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Sosial untuk memastikan kesiapan logistik apabila kondisi kekeringan semakin meningkat.

“Ini menjadi bagian dari mitigasi karena berdasarkan prediksi BMKG, El Nino diperkirakan baru berakhir paling cepat pada awal November 2026,” katanya.

Di sisi lain, berdasarkan evaluasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, volume air sejumlah sungai memang mengalami sedikit penyusutan. Namun, debit air dari wilayah hulu masih dinilai aman dan tetap mampu mengairi lahan persawahan hingga masa panen.

Kondisi tersebut membuat BPBD menilai situasi kekeringan di Kota Mataram masih terkendali. Kendati demikian, pemantauan dan langkah mitigasi tetap dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi cuaca.

Sementara itu, potensi kebakaran akibat kekeringan di Kota Mataram dinilai relatif kecil. Salah satu faktornya adalah tidak terdapat lahan gambut yang mudah terbakar seperti di sejumlah wilayah kabupaten lain di NTB.

“Saya rasa kalau di Mataram tidak ada (lahan gambut), jadi untuk kebakaran karena kekeringan minim. Tapi, tim tetap melakukan mitigasi dan siaga,” pungkasnya. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO