BerandaNTBLOMBOK BARATMencuat sebagai Cawabup Lobar, Abubakar Kedepankan Fatsun Politik, Munawir Haris Siap Maju...

Mencuat sebagai Cawabup Lobar, Abubakar Kedepankan Fatsun Politik, Munawir Haris Siap Maju Jika Diberi Mandat Partai

- Advertisement -

Giri Menang (Suara NTB) – Partai pengusung pasangan Bupati Lombok Barat nonaktif H. Lalu Ahmad Zaini dan Wakil Bupati Hj. Nurul Adha atau Laz-Adha, merespons dinamika pengisian kursi Wakil Bupati (Wabup) yang kian menghangat. Tiga Parpol pengusung, masing-masing PAN, PKS, dan PKB sama-sama berhak mengusulkan kandidat.

Sejumlah Kader dari Parpol Pengusung yang mencuat namanya menjadi kandidat Cawabup menyampaikan pandangannya. Munawir Haris, S.IP., M.AP., selaku kader PAN mengaku siap maju sebagai Calon Wabup jika diperintah atau mendapat mandat dari Partai. Sementara, kader PKS H. Abubakar Abdullah, SE., mengedepankan fatsun atau etika (kepatutan) politik, karena fokus mendukung pemerintah dalam masa transisi pemerintahan ini.

Munawir Haris yang dikonfirmasi media soal dinamika kursi Wabup, Jumat (21/8/2026) mengatakan, soal Wabup yang akan mendampingi, nanti akan kembali ke kepala daerah untuk bersurat ke DPRD untuk memilih wakil kepala daerah tersebut. “Barulah di DPRD gongnya (pemilihan), mau seperti apa,” ujar Ketua Fraksi PAN ini.

Yang jelas, kata dia tiga partai pengusung punya hak untuk mengusung kandidat calon Wabup ini. Artinya tiga parpol ini punya peluang yang sama dalam posisi cawabup ini.

Misalkan, jika Wabup nanti menjadi Bupati sehingga dianggap PKS sudah mendapatkan posisi jabatan Bupati. Tetapi, kata dia, tidak menutup kemungkinan nanti PKS juga mau mengusulkan. Begitu pula dengan Parpol lainnya, seperti PKB maupun PAN juga mau mengajukan kandidat. Saat ditanya kesiapannya maju menjadi Cawabup, ia mengaku sebagai kader jika diberikan mandat oleh partai maka ia harus siap maju.

“Sebagai kader, kalau memang dikasih atau dimandatkan oleh partai, ya siap (jadi cawabup),” tegasnya.

Terkait pembahasan internal partai soal nama-nama kandidat yang akan diusulkan, diakuinya belum ada. Bahkan di internal partai pun hal itu belum dibahas.

Untuk diketahui, Munawir Haris sendiri menjadi anggota DPRD Lobar tiga periode berturut-turut, yakni periode 2014–2019, 2019–2024, dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029. Ia pernah menjabat Sekretaris DPD PAN Lobar dan kini menjadi Wakil Ketua PAN Lobar. Di parlemen ia pernah menjabat alat kelengkapan DPRD, sebagai Ketua Komisi IV. Pada periode kedua ia menjadi Sekretaris Komisi II dan kini menjadi Ketua Fraksi PAN serta anggota Komisi II.

Munawir Haris juga tercatat sebagai tim pemenangan pasangan Laz-Adha pada Pilkada tahun 2024 lalu. Selain aktif sebagai DPRD, ia juga sebagai pengurus KONI Lobar dan pernah menjadi ketua Cabor Percasi. Saat ini ia sebagai Ketua Cabor Gulat. Di bidang kepemudaan, Munawir Haris menjadi ketua MPI KNPI Lobar. Dan politisi asal Kuripan itu juga aktif di organisasi keagamaan sebagai Ketua Pemuda Tarbiyah Lobar.

Sementara itu, H. Abubakar Abdullah, politisi PKS yang kini menjadi Wakil Ketua II DPRD Lobar dalam menanggapi dinamika kursi cawabup ini. Pihaknya di PKS sejauh ini belum membicarakan sampai ke arah itu. “Hari ini kan lebih tepatnya kita mengedepankan Fatsun politik, kalau bahasa Belanda-nya Fatsun itu kan etika. Jadi apapun yang kita lakukan harus ada sisi-sisi etika yang kita kedepankan,” kata Abubakar.

Saat ini PKS lebih fokus melakukan recovery pascatragedi yang telah terjadi menimpa Lobar. Karena bisa dibayangkan daerah ini, ibarat dalam satu bahtera ketika dalam perjalanan hampir oleng sehingga ketika pilot atau pemimpin berhadapan dalam situasi seperti itu maka fungsi co-pilot dalam hal ini Wabup yang dalam hal ini kader PKS diberikan mandat untuk fokus pada kondusivitas daerah menjadi prioritas utama.

PKS selaku Parpol dari Wabup pun mendukung dan memperkuat upaya-upaya konsolidasi dari pimpinan daerah. Pihaknya mereviu kembali langkah-langkah terbaik untuk kondusivitas daerah dan target-target pencapaian yang menjadi agenda pembangunan ke depan agar terus berjalan.

Ia mengakii, meskipun interval waktu pengisian posisi Wabup ini belum bisa dipastikan, karena sampai saat ini kasus hukum Bupati nonaktif masih proses ditangani APH. Tetapi tidak bisa dihindari, bahwa pengisian Wabup ini menjadi pembahasan selanjutnya.

Sehingga apapun pendapat dari masyarakat tentang kandidat Cawabup ini patut diapresiasi, kemudian diserap dan ditampung. Menurutnya banyaknya kandidat yang dimunculkan justru dinilai bagus, karena itu artinya Lobar tidak kekurangan kader terbaik yang bisa memimpin dan mengelola potensi daerah ini. “Sah-sah saja, biarkan ini berdinamika secara natural, ujungnya nanti regulasi yang mengatur itu,” imbuhnya.

Kalaupun nanti partai bersikap terkait penjaringan kader untuk maju sebagai kandidat Wabup, tentu ada mekanisme yang terukur dan terencana. Tidak secara tiba-tiba atau insidental. Dan PKS sebagai partai kaderisasi yang sedari awal menyiapkan kadernya untuk siap menjadi pemimpin maupun prajurit.

Ditanya soal kesiapannya jika diberi mandat menjadi kandidat Cawabup, Abubakar menjawab diplomatis. Ia mengaku saat ini fokus melaksanakan tugas di DPRD.

“Yang terpenting amanah sebagai Wakil Ketua DPRD dijalankan dengan sebaik mungkin, karena ini akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah dan di hadapan rakyat,” ujarnya.

Namun, dirinya tidak tahu seperti apa perjalanannya ke depan yang tidak bisa diprediksi. Abubakar tidak memiliki ekspektasi terlalu jauh terkait hal ini. Kalaupun nanti amanat partai mengarahkannya, tentu sebagai kader diajarkan PKS harus siap ketika dilepas menjadi pejabat publik. Artinya siap menjadi milik rakyat atau umat.

“Apapun posisi anda, kalau itu sudah menjadi perintah pimpinan dan terbaik. Dan di PKS itu tidak ada doktrin kekuasaan itu jangan direbut, jangan diminta. Tapi kalau itu diberikan amanat, harus betul-betul dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” urainya.

Sebagai informasi, Abubakar merupakan Anggota DPRD Lobar dua periode berturut-turut yakni periode 2019–2024, dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029.

Periode pertama ia menjabat alat kelengkapan dewan sebagai Ketua Komisi II, kemudian periode kedua, posisinya naik menjadi Wakil Ketua II DPRD Lobar. Abubakar juga tercatat sebagai tim pemenangan pasangan Laz-Adha pada Pilkada 2024. Di partai, ia pernah menjadi Plh Ketua DPD PKS Lobar dan saat ini menjadi pengurus DPD.

Di luar partai dan Parlemen, Abubakar juga aktif di berbagai lembaga (organisasi) olahraga, kemasyarakatan, dan kepemudaan. Saat ini Abubakar menjabat Ketua KONI Lobar dan Ketua Majelis Pengurus Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Lobar. Saat ini Abubakar juga aktif dengan berbagai kegiatan usaha di sektor pariwisata, property, dan perikanan.

Sejak masih mahasiswa, ia juga dikenal aktif di organisasi intra kampus sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa dan aktif juga pada organisasi ekstra Kampus KAMMI, HMI bahkan sebagai salah satu penggagas Berdirinya Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam menjadi Badan Pekerja Kawasan Timur Indonesia. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO