Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pertamina Patra Niaga memperkuat pasokan LPG 3 kilogram (Kg) di Bima, tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Salah satunya melalui operasi pasar yang digelar bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTB pemerintah daerah di 10 kabupaten/kota di NTB.
Operasi pasar dilakukan di Bima, pada kegiatan Pasar Murah bersama TPID di Bima, Jumat, 21 Agustus 2026. Dibuka langsung oleh Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti Putri (IDP).
Sales Branch Manager NTB IV Gas Pertamina Patra Niaga, Irfan Nur Mahmudin yang ikut langsung Operasi Pasar dan pemantauan harga di pasar tradisional Amahami Bima, dan Pasar Seketeng, Kabupaten Sumbawa, 21 dan 22 Agustus 2026 mengatakan, operasi pasar menjadi langkah antisipasi untuk memastikan masyarakat mendapatkan LPG bersubsidi dengan harga sesuai ketentuan.
Pertamina juga menyiapkan tambahan pasokan di sejumlah daerah yang kebutuhan LPG-nya meningkat.
“Untuk kondisi-kondisi khusus seperti Maulid ini memang kita sudah siapkan ekstra dropping untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat,” kata Irfan.
Pertamina sebagai operator menyalurkan LPG sesuai kuota yang ditetapkan, namun dapat memberikan dukungan tambahan ketika pemerintah daerah membutuhkan.
“Ketika ada kegiatan atau agenda dari pemerintah daerah, seperti operasi pasar, kita coba support. Harapannya dengan kolaborasi yang terjalin, Pertamina bisa terus hadir di masyarakat dan mendukung program-program pemerintah daerah,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan operasi pasar di Bima, Pertamina menyalurkan 1.120 tabung, dengan harga Rp18.000 per tabung. Jauh dari harga yang dibeli masyaraat di Bima di pengecer. Operasi pasar juga menjadi upaya menjaga harga LPG 3 kg agar tidak melonjak di tingkat masyarakat. Irfan mengatakan hasil pengecekan Pertamina menunjukkan tidak ditemukan pangkalan yang menjual LPG 3 Kg di atas harga eceran tertinggi (HET).
Ia menyebut kenaikan harga justru berpotensi terjadi setelah LPG keluar dari pangkalan. LPG kemudian dibeli pengecer dan dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
“Di pangkalan tidak ada penjualan di atas HET. Secara regulasi, pengecer memang tidak diperbolehkan. Titik saluran kami hanya sampai di pangkalan,” tegasnya.
Pertamina memastikan tambahan dropping dan operasi pasar akan terus dilakukan apabila terdapat kebutuhan khusus di masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan LPG 3 kg sekaligus mencegah gejolak harga, terutama pada momentum besar menjelang Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. (bul)


