BerandaNTBKOTA MATARAMBantuan CPP Berkurang 222 Orang

Bantuan CPP Berkurang 222 Orang

- Advertisement -

PEMERINTAH Kelurahan Sayang-sayang, Kecamatan Cakranegara, mencatat penurunan jumlah penerima manfaat bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras untuk alokasi Juli–September 2026. Jumlah penerima berkurang sekitar 222 orang dibandingkan alokasi sebelumnya.

Berdasarkan data yang diterima dari Perum Bulog, jumlah penerima manfaat CPP di Kelurahan Sayang-sayang pada periode Juli–September 2026 sebanyak 1.592 orang. Jumlah tersebut turun dari alokasi Februari–Maret 2026 yang mencapai 1.814 penerima.

Lurah Sayang-sayang, Rony Aprianto, mengatakan pengurangan penerima manfaat tersebut merupakan bagian dari perubahan data penerima bantuan. Menurutnya, perubahan serupa juga terjadi di sejumlah kelurahan lain, baik berupa penambahan maupun pengurangan penerima.

“Untuk CPP alokasi Juli hingga September memang terjadi pengurangan hampir 222 orang. Ini juga kami masih menunggu informasi selanjutnya karena di kelurahan lain juga terjadi penambahan dan pengurangan. Mungkin itu kebijakan dari Bulog atau kementerian, kita tidak tahu,” ujar Rony, Minggu (23/8).

Ia menyebutkan, penyaluran bantuan CPP berupa beras di Kelurahan Sayang-sayang direncanakan berlangsung pada Rabu (26/8) pekan ini. Setiap penerima manfaat akan memperoleh bantuan beras sebanyak 30 kilogram sekaligus untuk alokasi tiga bulan.

Saat ini, pihak kelurahan bersama masing-masing kepala lingkungan masih melakukan pencocokan ulang terhadap data penerima yang diberikan Bulog. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan nama-nama penerima sesuai dengan data yang telah ditetapkan.

“Kami masih menyortir nama-nama penerima sesuai data yang diberikan dari Bulog sebanyak 1.592 orang,” jelasnya.

Untuk memudahkan proses penyaluran, pihak kelurahan bersama Bulog akan membagikan kupon kepada penerima manfaat sebagai bukti pengambilan bantuan. Penyaluran akan dilakukan di kantor lurah sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Terkait pengurangan jumlah penerima yang cukup signifikan, Rony mengatakan hingga saat ini belum menerima laporan keberatan dari masyarakat. Baik kepala lingkungan, ketua RT maupun kader belum menyampaikan adanya protes terkait perubahan data tersebut.

“Kalau untuk saat ini belum, karena data nama penerima baru kita dapat. Jadi, datanya baru kita distribusikan ke kaling, kemudian kaling memberikannya kepada masyarakat,” ucapnya.

Meski demikian, Pemerintah Kelurahan Sayang-sayang tetap membuka ruang pengaduan apabila terdapat masyarakat yang keberatan karena tidak lagi tercantum sebagai penerima bantuan. Setiap pengaduan nantinya akan difasilitasi dan diteruskan kepada Dinas Sosial maupun Dinas Ketahanan Pangan untuk ditindaklanjuti.

Rony menjelaskan, apabila terdapat keberatan dari masyarakat, pihak kelurahan akan melakukan pengecekan berdasarkan data desil. Sebab, kebijakan penyaluran bantuan saat ini memprioritaskan masyarakat yang masuk dalam desil 1 hingga 4. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO