PEMERINTAH Kecamatan Sekarbela bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) melakukan penghijauan di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Loang Baloq, pekan lalu. Sebanyak 60 pohon ditanam melalui Gerakan Indonesia Asri untuk memperkuat fungsi ekologis sekaligus mendukung kawasan wisata yang asri dan memiliki nilai ekonomi.
Camat Sekarbela, Arief Satriawan, mengatakan penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari gerakan penghijauan serentak yang melibatkan unsur TNI dan Polri. Kegiatan itu sekaligus mendukung target penghijauan di wilayah hukum Polresta Mataram sebanyak 10.000 pohon.
“Kegiatan penanaman pohon ini dilaksanakan secara serentak sebagai bagian dari Gerakan Indonesia Asri,” ujarnya pekan kemarin.
Arief menyebutkan, 60 pohon yang ditanam terdiri atas 20 pohon jati putih, 20 pohon alpukat, dan 20 pohon kemiri. Penambahan vegetasi tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi Taman Loang Baloq sebagai ruang terbuka hijau sekaligus ruang publik bagi masyarakat.
Menurut Arief, pemilihan jenis pohon tidak hanya mempertimbangkan fungsi ekologis, tetapi juga manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Jati putih, alpukat, dan kemiri dinilai memiliki fungsi sebagai tanaman pelindung dan peneduh serta berpotensi memberikan nilai ekonomi ketika memasuki masa produktif.
“Jenis pohon yang ditanam ini berfungsi sebagai tanaman pelindung dan peneduh serta cocok di kawasan wisata,” jelasnya.
Ia mengatakan, penghijauan di Taman Loang Baloq diharapkan tidak sekadar menambah jumlah pohon, tetapi juga memberikan manfaat ekologis dan ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Keberadaan pohon-pohon tersebut juga akan menambah keteduhan bagi pengunjung dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Taman Loang Baloq memiliki luas sekitar 3,4 hektare. Kawasan yang berada di sekitar pesisir Tanjung Karang itu menjadi salah satu ruang publik sekaligus kawasan wisata yang cukup ramai dikunjungi masyarakat.
Tambahan vegetasi, kata Arief, akan memperkuat fungsi ekologis kawasan, terutama dalam menyediakan ruang yang lebih teduh dan nyaman. Sementara pohon alpukat dan kemiri memiliki potensi menghasilkan nilai ekonomi setelah memasuki masa panen.
Arief menegaskan, penanaman pohon harus diikuti dengan perawatan secara berkelanjutan agar manfaat penghijauan tidak berhenti pada penanaman bibit.
“Yang paling penting adalah pemeliharaan. Kami berharap pohon-pohon ini tumbuh dengan baik sehingga manfaatnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya. (pan)


