Mataram (Suara NTB) – PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) NTB (Perseroda) memperluas kolaborasi bisnis dengan perbankan di luar daerah. BPR milik pemerintah di Provinsi NTB ini menjalin kerja sama dengan PT BPR Sadana Utama Bali untuk pengutan lembaga keuangan.
Kerja sama dua BPR dari dua provinsi yang bertetangga ini mencakup kerja sama bisnis, pengembangan produk, teknologi, serta penguatan sumber daya manusia (SDM).
Kerja sama ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Direktur Utama BPR NTB Perseroda, Faisal, bersama Direktur Utama PT BPR Sadana Utama Bali, Gusti Ngurah Gede Gede Budiawan, di kantor pusat BPR NTB, Jalan Catur Warga, Kota Mataram, Rabu (26/8).
Penandatanganan kerja sama turut dihadiri dan disaksikan langsung oleh Komisaris Utama BPR NTB, Lalu Kholid Karyadi, serta Komisaris Utama sekaligus Pemegang Saham Pengendali (PSP) PT BPR Sadana Utama Bali, I Wayan Sumantara, bersama jajaran direksi dan komisaris kedua bank.
Direktur Utama PT BPR Sadana Utama Bali, Gusti Ngurah Gede Gede Budiawan, mengatakan kerja sama ini menjadi momentum awal untuk membangun kolaborasi keuangan yang sehat, berkembang dan berkelanjutan antara Bali dan NTB.
Menurutnya, kolaborasi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pengembangan UMKM, termasuk membuka peluang pergerakan pelaku usaha dari Bali ke NTB maupun sebaliknya.
“Perjanjian kerja sama ini hadir sebagai momentum awal membangun kolaborasi keuangan yang sehat, berkembang dan berkelanjutan,” katanya.
Gusti menjelaskan, kerja sama tidak hanya berfokus pada bisnis pembiayaan, tetapi mencakup penguatan SDM, teknologi, promosi bersama hingga pengembangan produk dan layanan perbankan.
Termasuk di dalamnya pengembangan produk deposito dan fasilitas kredit yang disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik industri di masing-masing daerah.
“Tidak terbatas pada produk lending dan funding, tetapi juga penguatan sumber daya manusia, teknologi, promosi bersama dan pengembangan berbagai produk,” ujarnya.
Salah satu peluang konkret yang akan dikembangkan adalah pemanfaatan kelebihan likuiditas BPR Sadana Utama Bali untuk mendukung kebutuhan pembiayaan di NTB.
Gusti mengatakan kondisi likuiditas BPR Sadana yang cukup kuat memungkinkan adanya penempatan dana di BPR NTB.
“Kita akan open likuiditas sepanjang BPR NTB membutuhkan dan menjaga komitmen itu dengan baik, sehingga kesehatan dan bisnis kita sama-sama menguntungkan,” katanya.
Sebagai langkah konkrit kerja sama ini, BPR Sadana langsung menempatkan dana senilai Rp1,999 miliar di BPR NTB. Dan penempatan dana ini berpeluang terus ditambah, sesuai kesekapakatan bersama.
Direktur Utama BPR NTB Perseroda, Faisal sendiri menegaskan besarnya peluang untuk sama-sama tumbuh dan berkembang dari kerja sama ini. Ia mengatakan kerja sama ini menjadi penting karena masing-masing BPR memiliki keunggulan yang dapat saling melengkapi.
BPR Sadana Utama Bali, kata Faisal, memiliki kemampuan yang cukup kuat dalam pembiayaan sektor energi. Keunggulan tersebut akan menjadi salah satu materi pembelajaran bagi BPR NTB melalui pertukaran SDM.
“Sadana ini kuat di kemampuan terkait kredit di energi. Kita akan belajar dan ada pertukaran SDM untuk pembelajaran nantinya. Karena memang kita belum punya kemampuan untuk itu,” jelas Faisal.
Di sisi lain, BPR Sadana memiliki kelebihan likuiditas, sementara BPR NTB membutuhkan tambahan likuiditas untuk menopang ekspansi bisnis dan pembiayaan.
“Kelebihan dana yang di Bali bisa ditaruh di sini, kemudian penempatan dalam bentuk kredit-kredit. Itu akan dilakukan di NTB,” ujarnya.
Faisal menilai potensi kerja sama ini cukup besar. Namun, besaran penempatan dana maupun pengembangan pembiayaan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi bisnis kedua bank.
“Ini awal baru. Potensinya cukup besar karena verlikuid di Bali, sedangkan kita membutuhkan likuiditas,” katanya.
Kedua BPR sepakat kerja sama tersebut tidak berhenti pada perjanjian awal. Ruang kolaborasi akan terus dikembangkan melalui adendum sesuai kebutuhan bisnis.
Pengembangan dan Penguatan tersebut antara lain mencakup produk, layanan, perluasan pasar, pembiayaan bersama, sindikasi, hingga skema joint financing. Kerja sama juga membuka peluang pengembangan produk payroll bagi karyawan.
Komisaris Utama BPR NTB, Lalu Kholid Karyadi, dan Komisaris Utama sekaligus PSP BPR Sadana Utama Bali, I Wayan Sumantara, turut mengapresiasi kerja sama ini. Keduanya mendorong agar kolaborasi lintas provinsi ini terus diperluas dan menghasilkan kerja sama bisnis yang lebih besar serta berkelanjutan. (bul)


