BerandaHEADLINEKunjungi Lombok, Gubernur Iqbal Jadwalkan Putri Mahkota Swedia Bertemu Kader Posyandu

Kunjungi Lombok, Gubernur Iqbal Jadwalkan Putri Mahkota Swedia Bertemu Kader Posyandu

- Advertisement -


Mataram (Suara NTB) – Putri Mahkota Swedia, Victoria dijadwalkan melakukan kunjungan ke NTB pada 5-7 September mendatang. Kunjungannya ini dalam kapasitasnya sebagai Goodwill Ambassador atau Duta Besar Kehormatan United Nations Development Programme (UNDP).


Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan kunjungan tersebut untuk melihat sejumlah proyek yang didukung UNDP di NTB. Seperti melihat hutan adat yang ada di Kabupaten Lombok Utara, serta kunjungan ke sektor UMKM dan program pemberdayaan perempuan.


“Jadi saya tadi minta supaya kegiatannya jangan terlalu padat, supaya beliau bisa menikmati Lombok, juga bisa membawa cerita itu ke Swedia,” ujarnya, Rabu, 26 Agustus 2026.


Selain agenda utama itu, Putri Mahkota Victoria juga diharapkan mengunjungi sejumlah program berbasis masyarakat, terutama Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Iqbal menilai, Posyandu menjadi salah satu faktor penggerak kesehatan masyarakat NTB.


“Karena kita betul-betul memberikan perhatian pada Posyandu, karena impact-nya terhadap upaya peningkatan kesehatan itu cukup tinggi di sini, jadi nanti kemungkinan beliau akan melihat Posyandu dan sebagainya,” katanya.


Ia melanjutkan, posyandu, utamanya para kader posyandu memiliki peran penting dalam memastikan kesehatan ibu dan bayi di NTB. Namun, usahanya dalam memastikan kesehatan tersebut tidak sebanding dengan honornya.

Diketahui, para kader hanya mendapatkan sekitar Rp150 ribu per bulan. Itu pun tak jarang diberikan empat bulan sekali dengan nilai yang tidak sesuai dengan Perda.


“Jadi kita ingin meng-highlight bagaimana 40 ribu orang kader di Posyandu yang bekerja secara sukarela. Kalau ngitung gaji kan nggak layak gajinya, tapi sukarela bekerja dan efektif,” tambahnya.


Adapun eks Duta Besar RI untuk Turki itu menjelaskan, pemilihan NTB sebagai lokasi kunjungan tidak terlepas dari komunikasi yang telah dilakukan sebelumnya dengan pihak Kedutaan Swedia dan UNDP. NTB juga dinilai memiliki berbagai program yang relevan dengan perhatian Swedia terhadap isu sosial dan kesehatan.


“Karena kita meyakinkan aja ke beliau, kan kita udah komunikasi juga dengan pihak Kedutaan Swedia, dan bertemu dengan Bappenas dan UNDP. Bahwa, karena Swedia ini kan salah satu satu anggota dari Global Fund yang banyak memberikan bantuan, dukungan bagi negara-negara berkembang,” jelasnya.


Di samping itu, kunjungan tersebut juga dinilai menjadi ajang promosi NTB di Swedia. Status Putri Mahkota sebagai calon penerus takhta kerajaan membuat kunjungannya mendapat perhatian luas dari masyarakat Swedia.


“Jadi semua orang di Swedia, besok tanggal 5 sampai 7 September akan tahu satu nama baru, Lombok. Makanya kita mengupayakan betul kehadiran beliau ke sini,” pungkasnya. (era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO