Praya (Suara NTB) – Guna mengantisipasi adanya pihak-pihak yang memanfaatkan kasus kebakaran kampung adat Sade Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) untuk melakukan pengumpulan donasi secara ilegal terutama di dunia maya, jajaran Polresta Lombok Tengah (Loteng) mulai mengintensifkan kegiatan patroli siber. Dalam hal ini Polresta Loteng turut menggandeng unit cyber Polda NTB.
Jika nantinya ada yang ditemukan melakukan kegiatan pengumpulan donasi secara ilegal, maka pihak kepolisian bakal mengambil tindakan tegas sesuai regulasi yang ada.
Saat ditemui di posko terpadu penanganan kebakaran kampung adat Sade, kepada Suara NTB, Selasa (25/8), Kapolresta Loteng Kombes Pol. Hariyanto mengungkapkan sampai sejauh ini pihaknya memang belum mendapat laporan terkait aksi pengalangan donasi secara ilegal khususnya di dunia maya. Sehingga mumpung belum ada kejadian, pihaknya berupaya lebih awal melakukan antisipasi. Salah satunya dengan secara intens menggelar patroli siber di dunia maya.
“Kami sudah perintahkan Kasat Reskrim (Polresta Loteng) untuk menggelar patroli siber bersama dari Polda NTB. Untuk antisipasi pihak-pihak yang mengambil kesempatan dari kasus kebakaran kampung adat Sade ini,” ujarnya.
Kapolresta Loteng mengatakan bahwa fokus pihaknya saat ini ialah memastikan situasi keamanan pascakebakaran tetap kondusif. Jangan sampai ada pihak-pihak yang mengambil kesempatan dengan situasi musibah yang terjadi dan membuat pihak lain rugi. Pasalnya, situasi musibah seperti kasus kebakaran tersebut sangat rentan dijadikan alasan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memperoleh keuntungan pribadi.
Pihaknya pun menghimbau bagi masyarakat ataupun kelompok yang ingin berdonasi bisa menyalurkan melalui pemerintah daerah setempat. Atau bisa datang langsung ke posko terpadu penanganan kebakaran kampung adat Sade di halaman kantor Desa Rembitan. Jangan cepat percaya kalau ada pihak-pihak yang mengaku bisa membantu menyalurkan bantuan bagi warga terdampak kebakaran kampung adat Sade.
“Kita ingatkan juga jangan ada yang memanfaatkan musibah ini untuk mencari keuntungan pribadi. Kalau ada yang kita temukan, kita akan tindak tegas,” tegas mantan Wadansat Brimob Polda NTB ini.
Disinggung hasil penyelidikan terkait penyebab kebakaran kampung adat Sade, Kapolresta Loteng mengaku sampai saat ini masih belum bisa dipastikan. Pihaknya sejauh ini masih menunggu hasil olah TKP yang dilakukan oleh tim Labfor Polda NTB. Baru setelah itu bisa diungkap apa penyebab kebakaran yang mengakibatkan seratusan bangunan adat di kampung adat Sade rata dengan tanah.
“Olah TKP-nya sudah selesai dilakukan. Tapi hasilnya belum keluar. Jadi kita masih menunggu hasilnya dulu,” ujarnya. (kir)


